Bagikan

Pandeglang – Persatuan Pegawai PT Indonesia Power (PPIP) menggandeng mahasiswa untuk memperjuangkan terkait penolakan liberalisasi ketenagalistrikan. Energi listrik merupakan hal vital bagi terciptanya kesejahteraan rakyat.

PPIP sejauh ini masih konsisten mengawal amanat UUD 1945 tentang kesejahteraan rakyat. Untuk itu, PPIP Unit Kerja Labuan bersama PPIP Unit Kerja Suralaya menggandeng Gerakan Mahasiswa Labuan (Gelama) dalam memperjuangkan energi listrik untuk kemaslahatan bersama dengan tidak adanya liberalisasi.

Sekretaris Jenderal PPIP, Andy Wijaya memaparkan kondisi dan isu terkait ketenaga listrikan yang terancam liberalisasi dan tak lagi bersifat privasi bagi negara. Dia juga memaparkan tantangan ke depan pada sektor ketenagalistrikan.

“Kita sudah berhasil menghalangi liberalisasi ketenagalistrikan, bahkan 2 kali Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia memberikan putusannya. Namun, kami butuh dukungan dari rekan-rekan mahasiswa agar rekan-rekan dapat melanjutkan perjuangan kami,” katanya di Pandeglang, Jumat (4/2/2022).

Sementara, Ketua Umum Gemala, Fatahudin mengatakan, pihaknya menyambut ajakan PPIP. Dia berharap dapat memberikan pemahaman yang luas tidak hanya sisi teknis namun juga non teknis ketenagalistrikan.

“Kita berharap dari seminar ini, kami sebagai mahasiswa dapat memahami isu-isu terkini soal energi listrik yang hari ini memang sangat vital dan jadi kebutuhan dasar rakyat banyak,” kata Fatahudin.

Selain ajakan untuk menolak liberalisasi, mahasiswa juga diberi pemahaman soal alur produksi listrik baik secara umum maupun teknis. Pemahaman itu diberikan agar mahasiswa mengetahui lebih detail dan punya rasa memiliki terhadap PLTU di bawah naungan PT Indonesia Power.

(zka/red)

KOMENTAR