Riset Porec: MBG Jadi Ajang Bancakan Elit, Hanya 6% Manfaat Sampai ke Anak

Riset Porec: MBG Jadi Ajang Bancakan Elit, Hanya 6% Manfaat Sampai ke Anak

2 April 2026

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi janji manis kampanye Presiden Prabowo terus

Riset Porec: MBG Jadi Ajang Bancakan Elit, Hanya 6% Manfaat Sampai ke Anak

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi janji manis kampanye Presiden Prabowo terus dihantam badai ketidakpercayaan publik yang sangat hebat. Meskipun menelan anggaran fantastis sebesar Rp335 triliun pada tahun 2026, sebuah laporan investigatif terbaru dari Policy Research Center (Porec) menunjukkan bahwa program ini justru lebih banyak mengenyangkan kantong para elit ketimbang perut anak-anak sekolah yang menjadi sasaran utama.

Bukan Untuk Anak, Tapi Untuk Penguasa

Hasil survei nasional Porec terhadap 1.168 responden menunjukkan angka yang mengerikan, 88,5% manfaat program dinilai hanya mengalir ke lingkaran elit atau pejabat politik sebesar 44,5% dan pemilik dapur atau mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebesar 44,0%. Tragisnya, anak-anak dan keluarga yang seharusnya menjadi target utama hanya dianggap mendapatkan manfaat sebesar 6,5% saja.

Tim peneliti Porec menyimpulkan bahwa ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan masalah struktural kekuasaan. “Kebijakan yang tertutup, top-down, dan dipaksakan telah membuat Program MBG… cenderung hanya menguntungkan kelas penguasa dan pemilik dapur, sementara semakin menjauh dari tujuan utamanya,” tulis tim peneliti dalam laporan tersebut.

Modus Operandi: Beli Grosir, Tagih Eceran

Aroma busuk korupsi tercium menyengat dalam pelaksanaan di lapangan. Sebanyak 87% responden meyakini bahwa program MBG sangat rawan dikorupsi, sementara 79% warga percaya bahwa kualitas makanan sengaja diturunkan demi keuntungan oknum pengelola.

Suara-suara dari penerima manfaat langsung menggambarkan realitas pahit di balik piring makanan anak-anak. Seorang responden dari kalangan wirausaha membongkar modus manipulasi anggaran yang terjadi.

“Justru banyak yang dikorupsi. Mereka beli bahan baku di harga grosir, tagih ke pemerintah harga eceran,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh seorang Ibu Rumah Tangga yang melihat langsung rendahnya kualitas gizi yang diberikan. “Namanya saja menu makan bergizi, tapi di lapangan menu anak tidak sesuai standar, kadang hanya diberi roti biasa,” tuturnya. Bahkan, seorang ASN/PNS memberikan kesaksian bahwa protes warga tidak pernah digubris: “Semakin bulan semakin mengenaskan menunya. Tapi kalau protes, tidak ada yang mau dengar,” ujarnya.

Dapur Politik dan Pengawasan Tumpul

Laporan ini juga menyoroti bagaimana SPPG yang berjumlah 24.738 dapur per Maret 2026 diduga kuat dikuasai oleh jaringan elit politik dan ekonomi. Sebabnya, pelaksana dan pengawas berada dalam satu lingkaran kepentingan yang sama, mekanisme pengawasan pun menjadi mandul atau tumpul.

“Sistem penyerapan anggaran sering dimarkup kongkalikong antara kepala dapur dan koordinator wilayah,” jelas seorang responden wirausaha lainnya dalam laporan tersebut. Krisis kepercayaan ini semakin diperparah dengan absennya lembaga audit independen, sebagaimana ditegaskan oleh seorang responden mahasiswa: “Tidak ada lembaga yang mengaudit, dan suara masyarakat yang mengkritisi MBG selalu dibungkam,” masih mengutip laporan tersebut..

Rakyat Melawan: 80% Ingin Program Dihentikan

Ketidakpuasan ini tidak berakhir pada keluhan semata [12]. Data menunjukkan bahwa “hanya 20% responden yang setuju program ini dilanjutkan,” tulisnya, dalam bentuknya yang sekarang, sementara mayoritas menginginkan reformasi total atau penghentian sementara.

Warga mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui berbagai jalur perlawanan. Sebanyak 97,8% responden menyatakan siap mengambil tindakan nyata mulai dari protes di media sosial hingga aksi kolektif seperti petisi dan demonstrasi (31,1%).

Porec merekomendasikan pemerintah untuk segera “menghentikan sementara program ini dan melakukan evaluasi menyeluruh oleh lembaga independen” tulis laporan tersebut.

Selain itu, model SPPG berbasis jaringan politik didesak untuk dibubarkan dan diganti dengan tata kelola berbasis komunitas atau koperasi masyarakat demi memutus rantai rente yang merampas hak gizi anak-anak Indonesia.

(red)

Ini Fakta Gempa Kepulauan Seribu, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Ini Fakta Gempa Kepulauan Seribu, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

​Jakarta – Peristiwa gempa Kepulauan Seribu bermagnitudo (M) 5,9 mengguncang wilayah perairan DKI Jakarta pada

Baca Selengkapnya
Selat Sunda, Anak Krakatau, dan Penantian yang Belum Usai
Selat Sunda, Anak Krakatau, dan Penantian yang Belum Usai

Pandeglang – Selat Sunda kini bukan sekadar bentangan air yang memisahkan dua pulau; ia menjelma

Baca Selengkapnya
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Gelombang Tinggi Jadi Tantangan
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Gelombang Tinggi Jadi Tantangan

Pandeglang – Gelombang tinggi mencapai 4 meter dan tiupan angin kencang menerjang Perairan Selat Sunda,

Baca Selengkapnya
Tim SAR Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Tim SAR Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Pandeglang – Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian speed boat yang hilang kontak di perairan

Baca Selengkapnya
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Pandeglang – Rombongan jurnalis hilang kontak saat melakukan perjalanan laut dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju

Baca Selengkapnya
Abu Vulkanik Anak Krakatau Hujani Bandara Soetta, Operasional Ditutup Sementara
Abu Vulkanik Anak Krakatau Hujani Bandara Soetta, Operasional Ditutup Sementara

Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta menghentikan sementara operasional penerbangan akibat ancaman sebaran abu vulkanik

Baca Selengkapnya
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sebaran Abu Vulkanik Sudah Sampai Lampung-Anyer
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sebaran Abu Vulkanik Sudah Sampai Lampung-Anyer

Serang – Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda kembali mengalami rangkaian erupsi menerus

Baca Selengkapnya
Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB, Negara Rugi Rp 8,7 M
Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB, Negara Rugi Rp 8,7 M

Serang – Subdirektorat III Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Banten membongkar skandal dugaan korupsi pengajuan

Baca Selengkapnya
Sindikat Spesialis Curi Mobil Pikap di Banten Dibongkar, 11 Unit Diamankan
Sindikat Spesialis Curi Mobil Pikap di Banten Dibongkar, 11 Unit Diamankan

Serang – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat spesialis pencurian kendaraan roda empat jenis

Baca Selengkapnya
Sajikan Ayam Masih Mentah, Wabup Serang Minta Pemilik Dapur Perketat Quality Control
Sajikan Ayam Masih Mentah, Wabup Serang Minta Pemilik Dapur Perketat Quality Control

SERANG — Penyajian menu ayam yang masih mentah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di

Baca Selengkapnya