Bagikan
Sumber gambar : google images

Jakarta – Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi Partai Demokrat Mohamad Nasir menuding PT Krakatau Steel menyelundupkan Baja dari Cina dan merugikan negara puluhan triliyun.

Tudingan tersebut disampaikan oleh Muhamad Nasir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan pada Rabu 24 Maret 2021.

Nasir mengklaim mendapati adanya produksi baja atas nama dan stempel Krakatau Steel, namun baja tersebut ternyata diimpor dari Cina.

“Saya datangi satu perusahaan di Bekasi, bagian peleburan besi, besi baja dan lain-lain. Kita dapat dari bon fakturnya itu suplai paling besarnya Krakatau Steel,” ujar Nasir dalam rapat yang juga diikuti Dirut Krakatau Steel, Silmy Karim, Rabu (24/3/21).

“Setelah kita cek-cek, mereka juga enggak melebur bajanya di situ. Melebur bajanya dari Cina, tapi barang dari Cina sudah dicap dari Krakatau Steel,” tambahnya.

Direktur Utama PT Krakatau Steel, Silmy Karim dalam siaran pers menyangkal, dia menilai tuduhan tersebut sebagai tudingan yang tidak masuk akal.

Menurut Silmy, selama ini pihaknya justru sangat mengecam derasnya produk baja impor dari Cina masuk ke Indonesia. Perseroan terus berupaya agar industri baja Indonesia mendapatkan dukungan dan proteksi dari pemerintah. 

“Saya sudah cek walaupun saya baru 2,5 tahun tidak pernah ada produk finish goods (barang jadi) dari Cina yang dicap KS. Jika ada hal seperti itu saya mendukung Pak Nasir kita usut tuntas, karena itu berarti ada pemalsuan. Karena sejauh ini Krakatau Steel tidak memberikan hak mengecap dari produk di produksi di Cina. Apalagi besar sampai Rp 10 triliun,” ujarna seperti dikutip detik.com.

“Kita akan tindaklanjuti dari tadi saya cek semuanya termasuk dari yang sebelum kami menjabat apakah ada seperti itu,” katanya.

(hnr/red)

KOMENTAR