Pekerja Lokal Minim, Warga Suralaya Merasa Dianaktirikan di Proyek PLTU 9 & 10
8 November 2021
Cilegon - Warga Suralaya menilai kurang dilibatkan pada proyek Pembangkit Listrik
8 November 2021
Cilegon - Warga Suralaya menilai kurang dilibatkan pada proyek Pembangkit Listrik
Cilegon – Warga Suralaya menilai kurang dilibatkan pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9 & 10. Mereka merasa dianaktirikan lantaran warga lokal yang bekerja di proyek tersebut minim.
Pembangunan mega proyek pembangkit listrik di Suralaya itu dinilai masih banyak mendatangkan pekerja dari luar daerah. Sementara warga Suralaya belum maksimal dilibatkan dalam proyek tersebut.
“Saya lihat tenaga kerjanya banyak dari luar. Ring 1 ada 3 itu kami nggak setuju, di Amdal disebut prioritas (warga) Suralaya, jadi prioritas selama warga Suralaya skill itu ada, tidak ada itu dari luar,” kata warga Suralaya, Budi pada rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Cilegon, Senin (8/11/2021).
Pelibatan minimnya tenaga kerja lokal juga diamini oleh anggota DPRD Cilegon Dapil Pulomerak-Grogol, Erick Rebiin. Ia melihat kurangnya koordinasi manajemen proyek dengan warga sekitar jadi penyebab kegaduhan soal perekrutan tenaga kerja.
“Orang Suralaya kalau bicara tenaga kerja proyek, kami lahirnya dari cerobong PLTU, mereka sudah biasa welder dan lain sebagainya. Tidak ada alasan lagi warga Suralaya dianggap tidak punya skill,” ujarnya.
Erick mengatakan, ketimpangan pelibatan tenaga kerja lokal terjadi ketika banyaknya tenaga kerja luar daerah Cilegon yang bekerja di proyek tersebut. Salah satu contoh adalah soal sertifikasi pekerjaan ketinggian di proyek tersebut.
“Yang lebih miris lagi perekrutan tenaga kerja Suralaya itu hampir 600, kedua orang luar Cilegon datang ke Cilegon langsung direkrut tenaga kerja PT KOIN langsung ditraining tapi warga Suralaya susah sekali mendapat sertifikat ketinggian, ditraining tapi nggak lulus-lulus,” katanya.
Sementara, Deputi Manager PT Indo Raya Tenaga (IRT), Kardi mengatakan, pihaknya sudah menekankan kepada perusahaan sub-kontraktor yang mendapat jatah di proyek tersebut, bahwa pekerjanya 30 persen harus warga lokal.
Ia mengatakan ada sekitar 60 perusahaan sub-kontraktor lokal baik yang mendapat jatah baik dari PT Doosan maupun PT Hutama Karya selaku kontraktor utama.
“Kami menekankan juga untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal, ada beberapa pengusaha lokal yang bekerja di kami untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal,” katanya.
Menurut Kardi, para pengusaha lokal tersebut sudah dipanggil terkait permasalahan pelibatan tenaga kerja lokal. Ada beberapa kendala yang dihadapi pengusaha lokal yang tidak menyerap tenaga kerja lokal, salah satunya adalah tahap pembangunan saat ini masih memerlukan tenaga non-skill.
“Kita terus berusaha untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal, namun memang bertahap, pertengahan November mudah-mudahan penyerapan tenaga kerja lokal lebih banyak lagi,” katanya.
(qbl/red)
Serang – Pulau Greenland, wilayah otonom Denmark yang kaya akan sumber daya dan memiliki posisi
Baca Selengkapnya
CIlegon, Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas, memicu kekhawatiran global akan potensi konflik berskala besar.
Baca Selengkapnya
Cilegon – Eks anggota DPRD Cilegon, Ismatullah menggugat salah satu perusahaan di Cilegon soal sengketa
Baca Selengkapnya
Cilegon – Polisi menetapkan Heru Anggara (31) sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap anak politisi PKS
Baca Selengkapnya
Serang – Banjir melanda Padarincang, Kabupaten Serang pada Minggu (28/12) kemarin. Seorang warga dilaporkan tewas
Baca Selengkapnya
Cilegon – PT Krakatau Posco melalui program Posco 1% Foundation resmi meluluskan 82 peserta angkatan
Baca Selengkapnya
Serang – Kabar duka menyelimuti Libya setelah Kepala Staf Angkatan Darat negara itu, Mayor Jenderal
Baca Selengkapnya
JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap
Baca Selengkapnya
Jakarta – PT PLN Indonesia Power UBP Suralaya kembali mencatatkan capaian strategis di tingkat nasional
Baca Selengkapnya
SEMARANG – Sebuah kecelakaan tunggal tragis menimpa bus pariwisata PO Cahaya Trans di ruas Tol
Baca Selengkapnya