Prabowo Rehabilitasi Hukum ke Eks Dirut ASDP dkk Usai Divonis 4,5 Tahun Penjara
25 November 2025
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi memberikan rehabilitasi kepada tiga mantan pejabat PT ASDP Indonesia
25 November 2025
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi memberikan rehabilitasi kepada tiga mantan pejabat PT ASDP Indonesia
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi memberikan rehabilitasi kepada tiga mantan pejabat PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), termasuk eks Direktur Utama Ira Puspadewi. Keputusan ini disebut bermula dari aspirasi masyarakat ke DPR.
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, langkah rehabilitasi bermula dari aspirasi masyarakat yang disampaikan ke DPR. Komisi Hukum DPR kemudian melakukan kajian mendalam atas kasus korupsi yang menjerat ketiga eks-direksi.
“Dari hasil komunikasi dengan pihak pemerintah, alhamdulillah pada hari ini Presiden RI Bapak Prabowo Subianto telah menandatangani surat rehabilitasi terhadap tiga nama tersebut,” kata Dasco, Selasa (25/11/2025).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebut usulan rehabilitasi datang secara formal dari DPR. Ia menjelaskan bahwa permohonan tersebut kemudian ditindaklanjuti secara intensif oleh Menteri Hukum dalam satu minggu terakhir sebelum diputuskan oleh Presiden.
“Untuk selanjutnya, supaya kita proses sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Prasetyo.
Menurut Mensesneg Prasetyo, keputusan rehabilitasi bukanlah impulsif, melainkan hasil kajian panjang dari berbagai stakeholder termasuk pakar hukum.
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa keputusan rehabilitasi telah melalui prosedur yang sah. Ia menyatakan bahwa Mahkamah Agung memberikan pertimbangan tertulis kepada Presiden sebelum Keputusan Presiden (Keppres) diteken.
“Dengan demikian, dari sudut prosedur, pemberian rehabilitasi tersebut telah sesuai ketentuan Pasal 14 UUD 1945 dan praktik ketatanegaraan yang berlaku,” kata Yusril.
Dalam Keppres rehabilitasi, kedudukan Ira Puspadewi dan dua rekannya, Muhammad Yusuf Hadi dan Harry Muhammad Adhi Caksono dipulihkan menjadi aktif kembali sebagai pengurus PT ASDP. Yusril menambahkan,
“Kemampuan, kedudukan, harkat dan martabat ketiganya sebagai warga negara dipulihkan kembali kepada keadaan semula sebelum dijatuhi putusan pidana,” katanya.
Ira Puspadewi pada 20 November 2025 dijatuhi vonis 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan atas korupsi terkait akuisisi PT Jembatan Nusantara. Dua mantan direktur lainnya, Hadi dan Caksono, masing-masing divonis 4 tahun penjara.
(red)
Serang – Barisan Milenial Banten melaporkan pengelolaan Belanja Jasa Tenaga Ahli Pemerintah Provinsi Banten Tahun
Baca Selengkapnya
Cilegon – Kecenderungan anak pada gawai bisa membuat anak jadi tantrum dan sulit berkomunikasi dengan
Baca Selengkapnya
Cilegon – Wanita lanjut usia di Cilegon, Banten terpaksa ditandu dari atas gunung usai terpeleset
Baca Selengkapnya
Tangerang – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menolak seluruh eksepsi (keberatan) yang diajukan tim penasihat
Baca Selengkapnya
Cilegon – Tampuk kepemimpinan di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon resmi berganti.
Baca Selengkapnya
Cilegon – Badan Anggaran DPRD Kota Cilegon dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menggelar Rapat
Baca Selengkapnya
Cilegon – Gedung Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Cilegon kebakaran. Api diduga berasal dari
Baca Selengkapnya
Cilegon – Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ihwan, menyoroti capaian realisasi pendapatan daerah yang
Baca Selengkapnya
Jakarta – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri resmi meningkatkan status penanganan kasus
Baca Selengkapnya
Cilegon – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cilegon, Sokhidin mendukung penuh upaya pembangunan
Baca Selengkapnya