Bagikan

Cilegon – Sebanyak 7 tempat hiburan malam di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon dibongkar. Pembongkaran itu dilakukan karena dinilai pelaku usaha membandel setelah diperingatkan berkali-kali.

“Ini membuktikan bahwa kita serius bahwa ibu bupati berkomitmen kepada seluruh warga masyarakat bahwa yang bebandel dengan perda yang kita buat perda Nomor 2 Tahun 2018 yang sudah berkali kali melalui proses tapi masih mereka memandel,” kata Asda I Pemerintah Kabupaten Serang, Nanang Supriatna, Rabu (1/12/2021).

Pemkab Serang menurunkan 600 personel gabungan dari Satpol PP, Polisi, dan TNI untuk meruntuhkan bangunan tersebut. Pembongkaran itu sempat diprotes salah seorang warga yang merasa tak terima dengan pembongkaran tersebut.

“Inilah kita laksanakan pembongkaran dgn tim yang komplit semua, lengkap, 600 personil dibawah komando Wakil Bupati dan Kapolres Serang Kota dan Cilegon, melibatkan tni juga. Ada 7 THM yang dibongkar,” ujarnya.

Nana mengatakan, pihaknya tidak akan membongkar bangunan itu jika tak dijadikan tempat hiburan malam. Pemerintah tidak akan mempersulit proses perizinan selama tidak akan melanggar Perda.

“Boleh, kalo bukan dipake sebagai tempat hiburan, kalo usaha lain boleh. Apa saja kalo dia mau bikin usaha yang legal ibu bupati akan segera membuat sk nya, bakal dipermudah untuk usaha yang lain. Tapi dgn catatan tidak melanggar perda yang ada, apalagi buka tempat hiburan lagi, akan ditindak langsung,” ujarnya.

Sementara, jalannya pembongrakan berjalan damai. Hanya ada beberapa warga yang protes tak terima upaya yang dilakukan Pemkab Serang membongkar tempat usahanya.

(qbl/red)

KOMENTAR