ChatGPT Gratisan Kini Beda Rasa: OpenAI Pangkas Fitur Demi “Napas” Keuangan
18 Desember 2025
Serang - Pengguna setia ChatGPT versi gratisan, siap-siap merasakan sedikit perubahan! OpenAI, perusahaan di balik
18 Desember 2025
Serang - Pengguna setia ChatGPT versi gratisan, siap-siap merasakan sedikit perubahan! OpenAI, perusahaan di balik
Serang – Pengguna setia ChatGPT versi gratisan, siap-siap merasakan sedikit perubahan! OpenAI, perusahaan di balik kecanggihan AI yang kita kenal, baru-baru ini membuat keputusan penting yang mungkin bikin kaget sebagian penggunanya. Mereka kini secara default akan mengarahkan pengguna gratis ke model AI yang lebih “hemat” biaya, alih-alih yang paling canggih. Usut punya usut, langkah ini diambil untuk mengatasi beban operasional yang super mahal.
Menurut laporan dari Gizmodo, serta dikonfirmasi oleh WinBuzzer dan Streamline, OpenAI kini secara default mengalihkan pengguna gratis ke model yang disebut GPT-5.2 “Instant”. Model ini dirancang untuk kecepatan dan tugas sehari-hari, namun cenderung kurang bertenaga dibandingkan model yang lebih “pintar” seperti GPT-5.2 “Thinking” atau model canggih lainnya. Sebelumnya, untuk pertanyaan yang lebih kompleks, sistem ChatGPT bisa otomatis mengarahkan ke model yang lebih mumpuni di balik layar. Tapi kini, fungsi “auto-routing” itu sudah ditiadakan. Alhasil, jika ingin mendapatkan respons yang lebih mendalam, pengguna harus secara manual memilih model “Thinking” melalui menu yang tersedia.
Perubahan ini tentu saja menimbulkan pertanyaan, “Ada apa sebenarnya dengan OpenAI?” Jawabannya cukup sederhana: masalah biaya. Mengoperasikan model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT itu enggak murah, teman-teman. Bayangkan saja, untuk melatih sebuah model AI canggih, diperlukan ribuan unit pemrosesan grafis (GPU) yang beroperasi selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, menghasilkan tagihan listrik dan layanan cloud yang fantastis. Sebuah GPU NVIDIA A100 saja bisa berharga antara $10.000 hingga $15.000 per unitnya. Belum lagi biaya listrik untuk menjalankan perangkat keras tersebut, yang bisa mencapai ribuan dolar per bulan hanya untuk pendinginan dan daya.
Laporan menunjukkan bahwa OpenAI diproyeksikan menghadapi defisit sekitar $14 miliar. Pada tahun 2024 saja, OpenAI diperkirakan menghabiskan sekitar $9 miliar, dengan $3 miliar untuk melatih model baru dan $2 miliar untuk menjalankannya. Biaya operasional harian ChatGPT diperkirakan mencapai $700.000. Angka-angka ini menunjukkan betapa besar sumber daya yang dibutuhkan untuk menjaga sistem AI canggih tetap berjalan. Jadi, keputusan untuk mengarahkan pengguna gratis ke model yang lebih murah adalah upaya nyata untuk mengurangi pengeluaran komputasi, terutama jika banyak pengguna yang tidak repot-repot mengganti model secara manual.
Lalu, bagaimana dampaknya bagi kita para pengguna gratisan? Tentu saja, kualitas pengalaman bisa jadi menurun. Model “Instant” memang cepat, tapi mungkin tidak secerdas atau seakurat model “Thinking” untuk tugas-tugas yang membutuhkan penalaran mendalam, analisis langkah demi langkah, atau penelitian ilmiah yang kompleks. Bayangkan, jika sebelumnya pertanyaan kita tentang “teori kuantum dengan analogi kucing” bisa dijawab dengan sangat detail, kini mungkin responsnya jadi lebih umum. Beberapa pengguna bahkan merasa bahwa kualitas respons ChatGPT di tingkat gratisan sudah terasa seperti “versi demo,” dengan kesalahan coding atau penalaran yang dangkal.
Perubahan ini juga memiliki implikasi di berbagai belahan dunia. Di Kenya, misalnya, di mana 42,1% pengguna internet di atas 16 tahun menggunakan ChatGPT menjadikannya negara dengan tingkat penggunaan tertinggi di dunia perubahan ini bisa memengaruhi kualitas alat yang menjadi sangat penting untuk pekerjaan, pendidikan, dan usaha kecil. Ini bisa jadi dorongan halus bagi pengguna untuk mempertimbangkan beralih ke langganan berbayar, seperti ChatGPT Plus, yang menawarkan akses tanpa batas ke model tercanggih OpenAI.
(drm/red)
Serang – Ada yang berbeda saat Anda membuka halaman pencarian Google hari ini, Senin, 22
Baca Selengkapnya
Serang – Meta, perusahaan induk Facebook, tengah melakukan uji coba pembatasan unggahan tautan eksternal bagi
Baca Selengkapnya
JAKARTA – Mimpi masyarakat Indonesia untuk menikmati akses internet cepat dengan harga terjangkau kini semakin
Baca Selengkapnya
Serang – Raksasa teknologi Google kembali berada di bawah sorotan tajam terkait praktik penggunaan data
Baca Selengkapnya
Serang – Google Drive adalah layanan penyimpanan cloud dari Google yang memberikan ruang penyimpanan gratis
Baca Selengkapnya
Serang – Meta memperluas kemampuan AI mereka dengan menghadirkan “Meta AI” ke berbagai platform, termasuk
Baca Selengkapnya
Serang- Kabar gembira bagi pengguna Samsung! Samsung Electronics secara resmi mengumumkan daftar perangkat yang akan
Baca Selengkapnya
Serang – Google baru baru ini mengumumkan transformasi platform AI Bard menjadi Gemini AI. Evolusi
Baca Selengkapnya
Serang – Google baru saja meluncurkan 8 fitur baru untuk smartphone Android, lho! Update ini
Baca Selengkapnya