Kenali Tanda Kegawatdaruratan Bedah pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Jangan Menunda Pemeriksaan
30 September 2026
Cilegon - Orang tua sering kali menganggap remeh keluhan ringan seperti sakit perut, muntah, atau
30 September 2026
Cilegon - Orang tua sering kali menganggap remeh keluhan ringan seperti sakit perut, muntah, atau
Cilegon – Orang tua sering kali menganggap remeh keluhan ringan seperti sakit perut, muntah, atau kembung pada anak. Padahal, gejala-gejala tersebut bisa menjadi indikasi awal dari kondisi kegawatdaruratan bedah yang memerlukan penanganan medis cepat untuk mencegah risiko komplikasi serius.
Dokter Spesialis Bedah Anak Eka Hospital Cilegon, dr. Dito Desdwoanto menjelaskan bahwa anak-anak, khususnya bayi dan balita, belum mampu menjelaskan dengan pasti apa yang mereka rasakan. Oleh karena itu, ketelitian orang tua dalam mengamati perubahan perilaku maupun fisik anak sangat menentukan kecepatan penanganan di rumah sakit.
“Anak, terutama bayi dan balita, belum selalu mampu menjelaskan lokasi dan karakter keluhan yang dirasakan. Gejala juga dapat berbeda antara satu anak dengan anak lainnya, sehingga orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku, nyeri, pola muntah, hingga pembesaran pada perut anak,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).
Berbagai kasus kegawatdaruratan bedah yang kerap dijumpai pada anak meliputi radang usus buntu atau apendisitis yang ditandai nyeri perut dan demam, serta hernia terjepit yang terlihat sebagai benjolan keras di area lipat paha atau pusar.
Selain itu, ada pula kasus intususepsi atau masuknya bagian usus ke bagian usus lainnya, sumbatan saluran pencernaan, dampak kecelakaan atau trauma fisik yang melibatkan organ dalam, hingga kelainan bawaan sejak lahir.
Dr. Dito mengingatkan agar masyarakat dan orang tua tidak melakukan pengobatan mandiri di rumah apabila anak menunjukkan tanda-tanda bahaya yang mencolok. Pemeriksaan oleh tenaga medis profesional sangat krusial untuk menegakkan diagnosis yang tepat agar tidak berujung pada keterlambatan penanganan.
“Mengenali tanda bahaya bukan berarti orang tua harus mendiagnosis sendiri kondisi anak. Justru, ketika muncul gejala yang mengkhawatirkan, langkah yang tepat adalah segera membawa anak untuk mendapatkan pemeriksaan tenaga medis agar terhindar dari penundaan penanganan yang membahayakan,” tegasnya.
Orang tua diimbau untuk segera membawa buah hati ke fasilitas kesehatan terdekat apabila anak mengalami nyeri perut hebat yang memburuk, muntah berulang, perut kembung ekstrem, muncul benjolan keras yang terasa nyeri, atau terjadinya perubahan kesadaran maupun perilaku pasca-kecelakaan. Kewaspadaan tinggi dan tindakan cepat dari orang tua merupakan kunci utama untuk menyelamatkan keselamatan anak.
(qbl/red)
Cilegon – Kelompok pemuda di Tegal Ratu, Cilegon merilis hasil karya tangan berupa produk kebersihan
Baca Selengkapnya
Bandung – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada awal September lalu memunculkan gumuk baru
Baca Selengkapnya
Serang – Penemuan mayat Mr. X di pulau Enggano, Bengkulu pada hari kelima pencarian rombongan
Baca Selengkapnya
Lebak – Seorang bocah berusia 7 tahun tercebur sumur saat hendak mengambil tasnya di Lebak,
Baca Selengkapnya
Jakarta – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penurunan tingkat aktivitas
Baca Selengkapnya
Tangerang – Warga di Rajeg, Kabupaten Tangerang mengacungkan golok saat menolak kegiatan ibadah jemaat Gereja
Baca Selengkapnya
Serang – Rusia menyatakan akan memperkuat serangan ke Kyiv sebagai balasan atas gempuran drone Ukraina
Baca Selengkapnya
Pandeglang – Dewan Ambalan Fatahillah-Cut Meutia pangkalan SMAN 4 Pandeglang sukses menggelar kegiatan Tamu ke
Baca Selengkapnya
Serang– Perusahaan peleburan timbal PT Genesis Regeneration Smelting (PT GRS) didakwa melakukan pencemaran limbah bahan
Baca Selengkapnya