Status Gunung Anak Krakatau Turun dari Siaga ke Level II Waspada
22 September 2026
Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penurunan tingkat
22 September 2026
Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penurunan tingkat
Jakarta – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penurunan tingkat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada). Penurunan status ini berlaku mulai Senin (21/9/2026) pukul 18.30 WIB setelah data pemantauan menunjukkan penurunan aktivitas visual maupun kegempaan yang signifikan.
Melalui unggahan di akun Threads resminya, Badan Geologi mengonfirmasi perubahan status gunung api aktif tersebut.
“Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai tanggal 21 September 2026 pukul 18.30 WIB,” tulis Badan Geologi dalam pernyataan resminya di Threads @badan.geologi seperti dikutip, Selasa (22/9/2026).
Seiring dengan penurunan status ini, Badan Geologi juga memperpendek jarak aman bagi masyarakat, nelayan, dan wisatawan. Pihak otoritas memangkas radius bahaya yang sebelumnya berjarak 3 kilometer dari kawah aktif menjadi lebih sempit.
“Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun nelayan diimbau untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif,” tulisnya.
Hasil evaluasi Badan Geologi menyatakan, ancaman bahaya saat ini berkisar pada lontaran material pijar dan abu vulkanik di sekitar area kawah utama. Penurunan intensitas suplai magma secara bermakna menekan potensi erupsi berskala besar mau pun bahaya sekunder secara langsung.
Badan Geologi mencatat bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan tren penurunan yang stabil selama beberapa pekan terakhir. Pengamatan visual dan instrumen pemantauan tidak lagi mendeteksi adanya erupsi menerus (fluktuatif) yang sempat mendominasi pada periode sebelumnya.
Kendati begitu, Badan Geologi mengingatkan bahwa Gunung Anak Krakatau tetap merupakan gunung api yang aktif dan dinamis, sehingga potensi hembusan abu atau letusan kecil masih bisa terjadi sewaktu-waktu.
Imbauan untuk Masyarakat dan Pemantauan Informasi Resmi
Pihak otoritas meminta warga di pesisir Banten dan Lampung untuk tidak mudah terpengaruh oleh kabar bohong atau narasi penyesatan yang beredar di media sosial mengenai kondisi Selat Sunda.
“Masyarakat diimbau agar tetap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau, dan senantiasa mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat,” tambah Badan Geologi.
Masyarakat dapat terus memantau perkembangan terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi MAGMA Indonesia, situs web resmi magma.esdm.go.id, serta kanal media sosial resmi Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
(red)
Serang – Sopir dan kernet bus Asli Prima menusuk calon penumpangnya di Serang, Banten. Penusukan
Baca Selengkapnya
Cilegon – Orang tua sering kali menganggap remeh keluhan ringan seperti sakit perut, muntah, atau
Baca Selengkapnya
Cilegon – Kelompok pemuda di Tegal Ratu, Cilegon merilis hasil karya tangan berupa produk kebersihan
Baca Selengkapnya
Bandung – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada awal September lalu memunculkan gumuk baru
Baca Selengkapnya
Serang – Penemuan mayat Mr. X di pulau Enggano, Bengkulu pada hari kelima pencarian rombongan
Baca Selengkapnya
Lebak – Seorang bocah berusia 7 tahun tercebur sumur saat hendak mengambil tasnya di Lebak,
Baca Selengkapnya
Tangerang – Warga di Rajeg, Kabupaten Tangerang mengacungkan golok saat menolak kegiatan ibadah jemaat Gereja
Baca Selengkapnya
Serang – Rusia menyatakan akan memperkuat serangan ke Kyiv sebagai balasan atas gempuran drone Ukraina
Baca Selengkapnya
Pandeglang – Dewan Ambalan Fatahillah-Cut Meutia pangkalan SMAN 4 Pandeglang sukses menggelar kegiatan Tamu ke
Baca Selengkapnya