Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sebaran Abu Vulkanik Sudah Sampai Lampung-Anyer

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sebaran Abu Vulkanik Sudah Sampai Lampung-Anyer

5 September 2026

Serang - Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda kembali mengalami rangkaian erupsi menerus

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sebaran Abu Vulkanik Sudah Sampai Lampung-Anyer

Serang – Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda kembali mengalami rangkaian erupsi menerus hingga Sabtu (5/9/2026) malam pukul 20.40 WIB. Gunung api aktif tersebut meluncurkan fenomena lava air mancur disertai suara dentuman yang sempat terdengar hingga ke wilayah pesisir Banten dan sekitarnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan dilarang keras melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Rangkaian erupsi bermula sejak Jumat (4/9) malam sekitar pukul 22.03 WIB. Petugas mencatat letusan awal terjadi secara beruntun pada pukul 22.11 WIB, 22.42 WIB, dan 22.53 WIB dengan durasi berkisar antara 29 hingga 56 detik. Aktivitas vulkanik semakin meningkat pada pukul 23.07 WIB ketika erupsi mulai berlangsung secara terus-menerus.

Geliat erupsi bertahan hingga Sabtu dini hari pukul 00.01 WIB. Berdasarkan laporan pengamatan berkala, Gunung Anak Krakatau terus mengeluarkan lava air mancur yang memicu getaran serta dentuman berulang yang terekam di Pos Pengamatan Pasauran.

“Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Sabtu pukul 00.01 WIB. Visual letusan tidak selalu teramati secara langsung karena tertutup kabut, tetapi dari rekaman seismogram erupsi masih terus berlangsung,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Suwarno.

Suwarno menjelaskan bahwa aktivitas tinggi ini merupakan bagian dari proses pengeluaran magma ke permukaan. Tim pengamat di lapangan terus memantau setiap fluktuasi amplitudo seismik hingga pukul 20.40 WIB.

“Kami tetap mengimbau masyarakat agar tidak mengambil risiko. Jangan mendekati area kawah aktif dalam radius tiga kilometer karena aktivitas gunung masih tergolong sangat aktif,” ujar Suwarno.

Suara gemuruh dan dentuman keras yang timbul akibat erupsi sempat memicu kekhawatiran warga di wilayah pesisir. Namun, Badan Geologi memastikan fenomena lava air mancur kali ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Hasil evaluasi Badan Geologi menunjukkan pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini masih relatif kecil sehingga tidak berpotensi mengalami runtuhan besar yang dapat memicu tsunami. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh isu hoaks dan selalu memantau pembaruan informasi resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia.

(red)

Cekcok, Sopir dan Kernet Bus Asli Prima Tusuk Calon Penumpang
Cekcok, Sopir dan Kernet Bus Asli Prima Tusuk Calon Penumpang

Serang –  Sopir dan kernet bus Asli Prima menusuk calon penumpangnya di Serang, Banten. Penusukan

Baca Selengkapnya
Kenali Tanda Kegawatdaruratan Bedah pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Jangan Menunda Pemeriksaan
Kenali Tanda Kegawatdaruratan Bedah pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Jangan Menunda Pemeriksaan

Cilegon – Orang tua sering kali menganggap remeh keluhan ringan seperti sakit perut, muntah, atau

Baca Selengkapnya
Sabun Garapan Pemuda Cilegon Dirilis, Krakatau Posco Beri Pendampingan
Sabun Garapan Pemuda Cilegon Dirilis, Krakatau Posco Beri Pendampingan

Cilegon – Kelompok pemuda di Tegal Ratu, Cilegon merilis hasil karya tangan berupa produk kebersihan

Baca Selengkapnya
Dua Daratan Baru Muncul Pascaerupsi Anak Krakatau
Dua Daratan Baru Muncul Pascaerupsi Anak Krakatau

Bandung – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada awal September lalu memunculkan gumuk baru

Baca Selengkapnya
Kru Kapal Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Ditemukan di Pulau Enggano Bengkulu
Kru Kapal Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Ditemukan di Pulau Enggano Bengkulu

Serang – Penemuan mayat Mr. X di pulau Enggano, Bengkulu pada hari kelima pencarian rombongan

Baca Selengkapnya
Bocah SD di Lebak Tercebur Sumur saat Hendak Ambil Tas
Bocah SD di Lebak Tercebur Sumur saat Hendak Ambil Tas

Lebak – Seorang bocah berusia 7 tahun tercebur sumur saat hendak mengambil tasnya di Lebak,

Baca Selengkapnya
Status Gunung Anak Krakatau Turun dari Siaga ke Level II Waspada
Status Gunung Anak Krakatau Turun dari Siaga ke Level II Waspada

Jakarta – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penurunan tingkat aktivitas

Baca Selengkapnya
Acungkan Golok Saat Tolak Jemaat GKPI, Pemuda Tangerang Minta Maaf
Acungkan Golok Saat Tolak Jemaat GKPI, Pemuda Tangerang Minta Maaf

Tangerang – Warga di Rajeg, Kabupaten Tangerang mengacungkan golok saat menolak kegiatan ibadah jemaat Gereja

Baca Selengkapnya
Zelensky Klaim Sukses Gempur Fasilitas Minyak Rusia, Moskow Janji Balas Dendam
Zelensky Klaim Sukses Gempur Fasilitas Minyak Rusia, Moskow Janji Balas Dendam

Serang – Rusia menyatakan akan memperkuat serangan ke Kyiv sebagai balasan atas gempuran drone Ukraina

Baca Selengkapnya
Selaraskan Visi Sekolah, Pramuka SMAN 4 Pandeglang Terapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di TKC 2026
Selaraskan Visi Sekolah, Pramuka SMAN 4 Pandeglang Terapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di TKC 2026

Pandeglang – Dewan Ambalan Fatahillah-Cut Meutia pangkalan SMAN 4 Pandeglang sukses menggelar kegiatan Tamu ke

Baca Selengkapnya