Harga Minyak Dunia Terus Merosot Dipicu Kekhawatiran Pasokan Berlebih

Harga Minyak Dunia Terus Merosot Dipicu Kekhawatiran Pasokan Berlebih

9 Juni 2024

Serang - Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan selama pekan ini, diwarnai kekhawatiran pelaku

Harga Minyak Dunia Terus Merosot Dipicu Kekhawatiran Pasokan Berlebih

Serang – Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan selama pekan ini, diwarnai kekhawatiran pelaku pasar akan pasokan yang berlebih. Penurunan ini terjadi di tengah pertimbangan OPEC+ untuk membatalkan pemotongan produksi sukarela mereka.

Pada akhir perdagangan Jumat (7/6/2024), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun tipis 0,03% ke level US$75,53 per barel. Sementara harga minyak Brent mengalami penurunan yang lebih besar, yaitu 0,31% ke US$79,62 per barel.

Penurunan harga ini juga terjadi secara mingguan, di mana WTI turun 1,9% dan Brent mengalami depresiasi 2,45%.

Pergerakan harga minyak ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Kesepakatan OPEC+: Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) mempertimbangkan untuk membatalkan pemotongan produksi sukarela yang telah dilakukan sejak tahun 2020. Pembatalan ini dilakukan secara bertahap mulai Oktober 2024.
  • Meningkatnya Persediaan: Persediaan minyak mentah, bensin, dan sulingan di Amerika Serikat (AS) mengalami peningkatan selama pekan lalu. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan minyak di pasar global berlebih dibandingkan dengan permintaan.
  • Kenaikan Stok Minyak Mentah AS: Data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS naik lebih dari 4 juta barel dalam pekan yang berakhir 31 Mei. Angka ini jauh melampaui perkiraan para analis yang hanya memprediksi kenaikan 2,3 juta barel.

Analis energi Walt Chancellor dari Macquarie, mengatakan bahwa perpanjangan pemotongan produksi sukarela OPEC+ memang akan membantu menjaga stabilitas pasokan minyak di musim panas. Namun, kemungkinan kembalinya pasokan pada bulan Oktober menunjukkan bahwa dukungan pasar dari OPEC+ mungkin tidak akan berlangsung lama.

Sementara itu, analis energi independen Tim Evans, menilai bahwa kenaikan 4,1 juta barel persediaan minyak mentah AS pekan lalu merupakan faktor bearish yang jelas bagi harga minyak.

Penurunan harga minyak dunia ini tentunya akan berdampak pada berbagai sektor, termasuk industri dan transportasi. Konsumen juga diharapkan akan mendapatkan keuntungan dengan harga bahan bakar yang lebih murah.

Kamu sudah membaca beberapa halaman, Berikut rekomendasi
berita untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Lanskap Ekonomi RI di Bawah Komando Prabowo: 18 Bulan Tanpa Perbaikan
Lanskap Ekonomi RI di Bawah Komando Prabowo: 18 Bulan Tanpa Perbaikan

Jakarta – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB

Baca Selengkapnya
PGN Pasok 7.500 MMBtu Gas Bumi ke Industri Kimia di Cilegon
PGN Pasok 7.500 MMBtu Gas Bumi ke Industri Kimia di Cilegon

Cilegon – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui Sales and Operation Region II

Baca Selengkapnya
Sinergi DPR RI, BP BUMN, dan Danantara Perkuat Masa Depan Industri Baja Nasional
Sinergi DPR RI, BP BUMN, dan Danantara Perkuat Masa Depan Industri Baja Nasional

Cilegon – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) menegaskan komitmennya dalam

Baca Selengkapnya
Inflasi Kota Serang 2025 Fluktuatif, Menguat di Akhir Tahun
Inflasi Kota Serang 2025 Fluktuatif, Menguat di Akhir Tahun

Kota Serang – Perkembangan inflasi di Kota Serang sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika yang cukup

Baca Selengkapnya
Plaza Banten dan Peran BUMD Agrobisnis dalam Ekosistem Digital UMKM
Plaza Banten dan Peran BUMD Agrobisnis dalam Ekosistem Digital UMKM

SERANG, Upaya mendorong keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Banten dalam ekosistem pengadaan barang

Baca Selengkapnya
Transaksi Plaza Banten 2025 Tembus Rp64 Miliar, Lampaui Target
Transaksi Plaza Banten 2025 Tembus Rp64 Miliar, Lampaui Target

Serang – Platform Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) Plaza Banten mencatat nilai transaksi atau Gross

Baca Selengkapnya
Rekor Baru! Harga Emas Internasional Melambung ke US$4.505, Antam Ikut Meroket
Rekor Baru! Harga Emas Internasional Melambung ke US$4.505, Antam Ikut Meroket

Serang – Harga emas dunia mencetak sejarah baru pada penghujung tahun 2025, melesat ke level

Baca Selengkapnya
PPMSE Plaza Banten Resmi Masuk Inaproc LKPP Versi 6, Tinggal 12 dari 42 PPMSE Nasional
PPMSE Plaza Banten Resmi Masuk Inaproc LKPP Versi 6, Tinggal 12 dari 42 PPMSE Nasional

SERANG — Plaza Banten, Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) milik Badan Usaha Milik Daerah

Baca Selengkapnya
Jelang Akhir Tahun 2025, Hanya 7,67% Kantor Pajak Capai Target Setoran
Jelang Akhir Tahun 2025, Hanya 7,67% Kantor Pajak Capai Target Setoran

Jakarta – Menjelang penghujung tahun anggaran 2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menghadapi tantangan signifikan

Baca Selengkapnya
Emas Antam Melonjak Tinggi di Akhir Pekan, Sentuh Level Baru Didorong Ketegangan Global dan Kebijakan Moneter
Emas Antam Melonjak Tinggi di Akhir Pekan, Sentuh Level Baru Didorong Ketegangan Global dan Kebijakan Moneter

Serang – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan performa impresif,

Baca Selengkapnya