foto: wikipedia

Bagikan

Serang – Menjelang Hari Raya Idul Adha, pertanyaan mengenai hukum kurban sapi patungan kembali ramai diperbincangkan. Di tengah keterbatasan finansial, patungan menjadi solusi bagi sebagian orang untuk tetap dapat melaksanakan ibadah kurban.

Secara mayoritas, ulama memperbolehkan kurban sapi patungan dengan beberapa syarat. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menjelaskan bahwa kurban satu ekor unta atau sapi atas nama tujuh orang diperbolehkan, baik ketujuh orang itu adalah bagian dari anggota keluarga maupun orang lain.

Dasarnya adalah hadis dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan dalam kitab Al-Mustadrak: “Kami pernah bepergian dengan Rasulullah SAW, kebetulan di tengah perjalanan saat Idul Adha (yaumul nahr) datang. Akhirnya kami patungan membeli sapi sebanyak tujuh orang untuk dikurbankan,” (HR. Al-Hakim).

Syarat-syarat Kurban Sapi Patungan

  • Hewan yang dikurbankan adalah sapi atau unta.
  • Jumlah orang yang patungan tidak boleh lebih dari tujuh orang.
  • Setiap orang yang patungan harus berniat untuk kurban.
  • Sapi atau unta yang dikurbankan harus memenuhi syarat sah kurban.

Meskipun patungan diperbolehkan, beberapa ulama berpendapat bahwa kurban sendiri lebih utama. Hal ini karena kurban sendiri menunjukkan kesungguhan dan keikhlasan dalam beribadah.

Namun, patungan juga memiliki keutamaannya sendiri, yaitu memberikan kesempatan bagi orang-orang yang tidak mampu untuk tetap berkurban.

KOMENTAR