Bagikan
Antrian truk di pelabuhan merak

Merak – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) diminta menutup layanan tiket online di Pelabuhan Merak pada sistem ferizy saat larangan mudik diberlakukan. Permintaan itu datang dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten.

Permintaan itu tertuang dalam surat BPTD Wilayah VIII Banten Nomor: AP. 201/1/3/BPTDBanten/2021 yang ditujukan kepada General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak.

“Segera menghentikan/menutup pelayanan online ticketing pada sistem ferizy untuk Penumpang Pejalan Kaki, Kendaraan Golongan I, II, III, IVa, Va dan Vla pada tanggal 6 – 17 Mei 2021,” tulis surat tersebut seperti dikutip, Kamis (8/4/2021).

BPTD melayangkan surat tersebut atas dasar Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 24 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Darat dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan hasil rapat koordinasi dengan Polda Banten.

Selain menutup layanan tiket online, pengelola Pelabuhan Merak diminta untuj menyiapkan tes COVID-19 baik rapid test atau tes GeNose 19.

“Melaksanakan pemeriksaan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen dan test GeNose 19 sebagaimana diatur dalam Surat Edaran dimaksud di Pelabuhan Penyeberangan Merak,” masih dalam surat BPTD.

Selain itu, BPTD juga meminta agar ASDP memasukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen swbagai persyaratan bagi penumpang yang hendak menyeberang ke Sumatera.

“Memasukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen sebagal persyaratan bagi pengguna jasa untuk melakukan reservasi tiket pada sistem ferizy (pengguna jasa mengunggah surat keterangan dimaksud),” tulisnya.

Surat yang ditandatangani Kepala BPTD Wilayah VIII Banten, Endi Suprasetyo meminta agar ASDP melaksanakan secepat-cepatnya semenjak surat itu dilayangkan pada Rabu 7 April 2021.

KOMENTAR