Dan Terjadi Lagi, Warga Pandeglang Ditandu ke Puskesmas

Dan Terjadi Lagi, Warga Pandeglang Ditandu ke Puskesmas

27 Mei 2021


Pandeglang - Nenek Asmi (70) harus ditandu ke Puskesmas untuk mendapat pengobatan. Wanita paruh

Dan Terjadi Lagi, Warga Pandeglang Ditandu ke Puskesmas


Pandeglang – Nenek Asmi (70) harus ditandu ke Puskesmas untuk mendapat pengobatan. Wanita paruh baya itu ditandu karena akses jalan yang tak memadai untuk dilewati kendaraan.

Nenek Asmi, warga Kampung Lebak Gedong, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang. Dia menderita sakit sejak 2018 lalu. Dia tinggal bersama anaknya yang mengalami sakit.

“Gejala penyakit Bu Asmi itu, Asma, Maag, sama darah tinggi, saking tidak punya uangnya, kalaupun harus berobat itu butuh biaya besar untuk bawanya,” kata warga Lebak Gedong, Ahmad Muhtadim dikonfirmasi, Kamis (27/5/2021).
Untuk bisa sampai ke Puskesmas terdekat, Nenek Asmi harus ditandu sejauh 3 kilometer. Jika naik sepeda motor jaraknya justru semakin jauh karena harus memutar.

“Jarak tempuh Bu Asmi untuk datang ke Puskesmas itu kurang lebih 3 kilometer, itu juga jalan yang dilalui tidak bisa diakses oleh kendaraan bermotor, maupun mobil. Kalaupun bisa harus muter, kurang lebih 10 kilo meter jarak tempuhnya. Dari pada kita muter, kita nyari yang lebih dekat saja kang, biar cepet,” kata dia.

Ditandu dan memotong jalan adalah salah satu cara tercepat untuk sampai ke Puskesmas. Nenek Asmi ditandu menggunakan sebatang kayu dan sarung. Dia ditandu oleh warga secara bergantian

“Satu-satunya cara yang lebih mudah untuk membawa Bu Asmi ini dengan cara ditandu oleh Samping, lebih mudah dibawanya, karena gak ada cara lain,” ujarnya.

Muhtadim mengatakan, warga di sana banyak yang enggan berobat ke Puskesmas karena terkendala biaya. Selain biaya, akses jalan yang terjal juga jadi tantangan tersendiri.

Alhasil, banyak warga yang menderita sakit harus diobati di rumahnya dengan pengobatan ala kadarnya.

“Kita tau sendiri, pekerjaan kita semua hasilnya dari tani, kalau dirujuk ke Puskesmas kudu bawa uang yang banyak juga. Kalau ada warga Kampung sini yang sakit, cukup diobati disini aja kang, bukan gak mau dibawa ke Puskesmas, akses jalan juga begitu sulit, ditambah butuh biaya, kita saja hanya mengandalkan dari bertani,” tuturnya.

Muhtadim berharap pelayanan kesehatan di Pandeglang bisa dirasakan ke kampung-kampung di pelosok Pandeglang. 

“Kalau melihat warga yang sakit, kita merasa kasian juga kang, saya berharap juga pelayanan bisa menyentuh yang bawah, apalagi yang lebih utama adalah akses jalan agar bisa ditangani dan dijangkau bagi warga yang mau berobat,” katanya.

Tragedi warga Sindangresmi ditandu setidaknya sudah terjadi 2 kali dalam 1 bulan. Pada 4 Mei 2020 lalu, seorang ibu Hamil bernama Enah (30) haeua ditandu ke Puskesmas untuk melahirkan.

Sesampainya di Puskesmas, anak kembar yang dikandungnya meninggal karena telat mendapatkan penanganan. Enah harus rela mengiklaskan 2 buah hatinya.

(zka/red)

Gempa M 5,2 Terjadi di Bayah Banten, Tak Berpotensi Tsunami
Gempa M 5,2 Terjadi di Bayah Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Banten – Gempa magnitudo 5,2 berpusat di Bayah, Banten terjadi pada Jumat (18/9/2026) malam. Gempa

Baca Selengkapnya
Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dihentikan
Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dihentikan

Pandeglang – Upaya pencarian dan pertolongan terhadap 5 jurnalis, 2 ABK, dan 1 pemandu kapal

Baca Selengkapnya
KPK OTT Pejabat BPN, Orang Kepercayaan Menteri Nusron Terseret
KPK OTT Pejabat BPN, Orang Kepercayaan Menteri Nusron Terseret

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dan

Baca Selengkapnya
Operasi Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperpanjang
Operasi Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperpanjang

Pandeglang – Tim SAR gabungan memutuskan memperpanjang operasi pencarian delapan korban speed boat yang mengalami

Baca Selengkapnya
PLN IP Banten 1 Suralaya Borong 7 Penghargaan ENSIA 2026
PLN IP Banten 1 Suralaya Borong 7 Penghargaan ENSIA 2026

Bali – PT PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya memborong tujuh penghargaan dalam ajang

Baca Selengkapnya
3 Ruko Alat Pabrik di Citangkil Cilegon Ludes Terbakar
3 Ruko Alat Pabrik di Citangkil Cilegon Ludes Terbakar

Cilegon – Tiga unit rumah toko (ruko) peralatan pabrik di Lingkungan Tegal Tong RT 01

Baca Selengkapnya
Ini Fakta Gempa Kepulauan Seribu, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Ini Fakta Gempa Kepulauan Seribu, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

​Jakarta – Peristiwa gempa Kepulauan Seribu bermagnitudo (M) 5,9 mengguncang wilayah perairan DKI Jakarta pada

Baca Selengkapnya
Selat Sunda, Anak Krakatau, dan Penantian yang Belum Usai
Selat Sunda, Anak Krakatau, dan Penantian yang Belum Usai

Pandeglang – Selat Sunda kini bukan sekadar bentangan air yang memisahkan dua pulau; ia menjelma

Baca Selengkapnya
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Gelombang Tinggi Jadi Tantangan
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Gelombang Tinggi Jadi Tantangan

Pandeglang – Gelombang tinggi mencapai 4 meter dan tiupan angin kencang menerjang Perairan Selat Sunda,

Baca Selengkapnya
Tim SAR Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Tim SAR Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Pandeglang – Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian speed boat yang hilang kontak di perairan

Baca Selengkapnya