Pemerintah Indonesia: Beras impor dari China dapat menjadi jaminan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Bagikan

Cilegon – Pemerintah Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan China terkait impor 1 juta ton beras. Namun, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas), menyatakan bahwa ia belum tahu pasti kapan beras impor tersebut akan masuk ke Indonesia. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan pemerintah China. Buwas menyebut bahwa beras tersebut akan menjadi jaminan jika negara lain tidak lagi mengekspor beras ke Indonesia.

Buwas menjelaskan bahwa impor beras dari China akan menjadi pilihan terakhir setelah tidak bisa lagi mengambil dari negara lain yang memiliki ikatan dengan Indonesia. Buwas juga menyebutkan bahwa pemerintah tetap berupaya untuk mengimpor beras dari negara-negara seperti Thailand, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan lainnya. Namun, jika impor dari negara-negara tersebut tidak memenuhi target yang dibutuhkan, maka beras akan diambil dari China.

Buwas berpendapat bahwa beras impor dari China dapat menjadi jaminan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Hal ini diharapkan dapat menghindari ketakutan bahwa Bulog tidak dapat memenuhi stok beras dan menyebabkan kenaikan harga beras. Meskipun Buwas mengaku tidak mengetahui janji apa yang diberikan Indonesia kepada China untuk mendapatkan kuota impor 1 juta ton beras, ia menjamin bahwa harga beras impor dari China cukup kompetitif. Tugas Buwas adalah untuk merealisasikan komitmen tersebut.

KOMENTAR