Bagikan

Serang – Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) KH Embay Mulya Syarief didampingi para pengurus menerima kunjungan fungsionaris DPW NasDem Banten. Isu kemajuan madrasah jadi pembahasan pada pertemuan tersebut.

Rombongan DPW Partai NasDem dipimpin oleh Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Banten Edi Ariadi, selain itu beberapa fungsionaris partai turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Menurut Ketua Umum PBMA, kehadiran DPW Partai NasDem Banten yang dipimpin langsung oleh Ketua DPW Partai NasDem, menunjukan suatu bukti kepedulian dan pengakuan NasDem melakukan sinergitas dengan ormas Islam Mathla’ul Anwar.

“MA tidak mengarah pada partai terntentu dan tidak boleh partai dibawa ke dalam organisasi. Kita bersama–sama kolaborasi dalam rangka membina umat. Saya mengajak NasDem bersama-sama dalam membina umat,” katanya KH Embay, Senin (8/11/2021).

Sementara itu, Edi Ariadi mengatakan tujuan partai NasDem melakukan kunjungan ke Mathla’ul Anwar sebagai ajang silaturahim dengan ormas Islam yang lahir di Banten.

“Kami senang sekali bisa diterima oleh keluarga besar MA. Selain kelahiran Banten, MA dari segi usia sudah cukup tua, ini yang menjadi dorongan kami untuk bersilaturahim dengan MA. Kami berkomitmen menjalin sinergitas dengan MA,” tuturnya.

Sekwil DPW Partai NasDem, Aris Halawani mengatakan bahwa lawatan ke MA ini sekaligus menepis anggapan partai NasDem sebagai partai penista agama. Ia mengatakan bahwa partai NasDem merupakan partai yang nasionalis religious.

“Silaturahim ke Mathla’ul Anwar ini sekaligus menepis anggapan bahwa NasDem partai penista agama akibat dari sengitnya kontestasi pilgub DKI 2017 silam. Kami ingin menepis itu. Bahkan banyak juga dari NasDem yang merupakan kader-kader Mathla’ul Anwar,” katanya.

Mathla’ul Anwar sebagai ormas yang memiliki 607 sekolah/madrasah di Banten mendorong pada legislator – legislator NasDem agar membuat kebijakan yang memperhatikan betul kondisi madrasah yag letaknya di tepian Banten.

Merespon itu, Anggota DPRD Banten Fraksi NasDem Fhutasan Ali Yusuf menjamin akan terus berkomitmen mendukung kebijakan-kebijakan yang peduli terhadap madrasah.

Pada APBD-P 2022 ada perubahan alokasi untuk pondok pesantren dari yang tadinya dipukul rata menjadi sesuai kebutuhan.

“Dalam APBD-P 2022 ini ada perubahan alokasi untuk pondok pesantren. Tadinya dipukul rata. Sekarang menjadi sesuai kebutuhan. Misal, pesantren butuh MCK, aula, kelas belajar, asrama, dan lain – lain,” tuturnya.

(zka/red)

KOMENTAR