Bagikan

Cilegon – Gelar sarjana alumni Universitas Binas Nusantara (Binus) bakal dicabut jika  terbukti terlibat kasus korupsi. Sanksi tegas itu dilakukan untuk memerangi korupsi yang 86 persen pelakunya lulusan perguruan tinggi dengan gelar sarjana.

“Kalau dia (mahasiswa) lulus, lalu melakukan korupsi, ijazah dan gelarnya akan saya cabut. Ini bentuk komitmen kami,” kata Rektor Binus, Harjanto Prabowo seperti dikutip laman resmi binus.ac.id

Data pelaku tindak pidana korupsi 86 persen adalah sarjana pernah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Dia menyebut 86 persen koruptor di Indonesia adalah lulusan univeritas dan bergelar sarjana.

Binus sendiri, kata Harjanto, sejak 2016, pihaknya telah memperketat sistem aturan bagi mahasiswa yang ketahuan mencontek maupun plagiat. Sistem itu merupakan bentuk komitmen meminimalisir aksi korupsi.

“Kita ada pendidikan karakter. Kita ada aturan yang ditandatangani oleh semua mahasiswa. Kalau dia ketahuan mencotek dan plagiat, saya drop out (DO),” katanya.

Kendati begitu, sistem DO bagi mahasiawa yang ketahuan mencontek tidak serta merta langsung dilakukan. Pihak kampus terlebih dahulu memberikan tawaran untuk mengundurkan diri atau pindah kampus.

“Saya minta mereka mengundurkan diri, saya kasih surat undur diri dan pindah dari kampus ini,” ucap Harjanto.

Hingga Oktober 2021 Binus sudah memberhentikan 80 mahasiswa karena mencontek dan terbukti plagiat.

“(Mahasiswa) S1 ada, S2 atau S3 juga ada. Tapi paling banyak S1, karena skripsinya itu kan begitu banyak ya. Kita kan punya sistemnya, kalau sudah ketahuan ya sudah. Setelah kita buat peraturan ini, jumlahnya turun drastis,” tuturnya.

(red)

KOMENTAR