Bagikan
Cilegon – Seorang warga Cilegon berinisial Y  diduga terpapar cacar monyet. Warga tersebut diketahui diduga terpapar saat berobat ke Puskesmas Pulomerak.
Warga ini berobat ke Puskesmas Pulomerak pada Senin (8/8) sekitar pukul 09.30 WIB. Tim medis Puskesmas menemukan gejala cacar monyet yang pada diri pasien kemudian melaporkan ke Dinkes Cilegon.
“”Oleh tim medis Puskesmas ditemukan gejala tidak spesifik monkey Pox meskipun begitu dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit monkey pox dan memastikan upaya penemuan kasus dan respon sesuai kriteria kasus pada pedoman pencegahan dan pengendalian penyakit monkey pox yang telah diterbitkan oleh Kemenkes per tanggal 30 Mei 2022, sehingga kami tetap melakukan pemeriksaan penunjang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Cilegon, Ratih Purnamasari, Kamis (11/8/2022).
Usai dilakukan pemeriksaan, pasien saat ini tengah menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil sampel yang tengah diperiksa di laboratorium kesehatan di Jakarta.
“Pasien saat ini masih menjalani isolasi mandiri dan dalam keadaan umum baik, berdasarkan laporan pemantauan puskesmas setempat hari ini tanggal 11 Agustus 2022 pukul 11.00 WIB,” katanya.
Ratih mengaku tim medis langsung melakukan pelacakan kontak erat dan melakukan pengambilan sampel swab orofaring dan swab krusta lesi usai pemeriksaan awal dugaan cacar monyet tersebut.
“Tim Dinkes ke Puskesmas dan dengan tim Surveilance Puskesmas melakukan investigasi  dan pelacakan kontak erat. Analis Lab Puskesmas melakukan pengambilan sampel swab orofaring, swab krusta lesi, dan pengambilan serum darah. Sampel dikirim ke LABKESDA Kota Cilegon untuk dikirim ke LITBANGKES Jakarta,” kata dia.
Pemeriksaan sampel atas pasien diduga cacar monyet ini masih dilakukan di Jakarta. Dinkes Cilegon masih menunggu hasil lab tersebut apakah pasien itu positif cacar monyet atau tidak.
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak perlu resah, tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, jaga jarak. untuk mencari informasi tentang kesehatan silakan menghubungi puskesmas terdekat agar tidak terjadi berita hoax,” ujarnya.
(qbl/red)
KOMENTAR