Bagikan

Cilegon – Ratusan guru honorer SD di Cilegon menuntut naik status dari tenaga kerja sukarela (TKS) ke tenaga kerja kontrak (TKK). Mereka minta pemerintah mengeluarkan SK Wali Kota untuk sebagai dasar pengangkatan.

Ada sekitar 800 guru honorer yang masih berstatus TKS. Mereka ada yang sudah mengabdi 20 tahun menjadi guru honorer. Lama pengabdian itu disebut sudah layak jadi TKK.

“Inti dari permasalahan dilematika FKGTH ini ingin diangkatkannya diwujudkannya dibuatkannya Perwal SK Wali Kota untuk menjadi guru dengan status TKK, dimana SK Perwal tersebut berguna untuk mengikuti program sertifikasi pusat mengambil dana APBN,” ujar Ketua Forum Komunikasi Guru dan Tenaga Honorer (FKGTH) Cilegon, Somy Wirardi.

Para guru honorer itu mengadu ke DPRD Cilegon agar status mereka naik jadi TKK. Ada sekitar 800 orang yang masih berstatus TKS.

“Kurang lebih kami punya 800 tks se-Kota Cilegon, yang datang ke gedung dewan sekitar 200. Kami menuntut untuk diangkat menjadi TKK, karena rata rata hampir maksimal ada yang 20 tahun menjadi TKS,” ujarnya.

Dia mengatakan, dengan APBD Cilegon 2021 sebesar Rp 1,8 triliun, anggaran itu mampu membayar gaji honorer yang berstatus TKK.

“Selama ini alhamdulillah dari saya pelantikan itu udah menyampaikan terkait kesejahteraan akan diangkatnya guru-guru, APBD Cilegon insyaallah cukup bisa untuk membayarakan status menjadi TKK,” kata dia.

(qbl/red)

KOMENTAR