Jangan Tunggu Tua! Dokter Wanti-wanti Nyeri Punggung dan Lutut Incar Usia Produktif
26 Agustus 2026
Cilegon - Masalah tulang dan sendi selama ini kerap diidentikkan dengan penyakit masa tua. Padahal,
26 Agustus 2026
Cilegon - Masalah tulang dan sendi selama ini kerap diidentikkan dengan penyakit masa tua. Padahal,
Cilegon – Masalah tulang dan sendi selama ini kerap diidentikkan dengan penyakit masa tua. Padahal, gangguan seperti nyeri punggung, sakit lutut, hingga leher pegal kini makin marak menyerang masyarakat di usia produktif.
Spesialis Ortopedi Eka Hospital Cilegon, dr. Maulana Hasymi Hutabarat, Sp.OT, mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan kesehatan tulang dan sendi sejak muda. Gaya hidup modern dan kurangnya aktivitas fisik menjadi pemicu utama keluhan tersebut.
“Keluhan seperti nyeri punggung, nyeri lutut, pegal pada leher, hingga nyeri pada sendi dapat dialami sejak usia produktif. Kebiasaan duduk terlalu lama, kurang bergerak, aktivitas fisik yang berlebihan, postur tubuh yang kurang baik, maupun cedera saat berolahraga dapat menjadi beberapa faktor pemicunya,” ujar dr. Maulana, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, nyeri punggung dan lutut jangan dianggap remeh. Salah satu keluhan yang paling sering diabaikan adalah nyeri punggung atau pinggang. Banyak pekerja menganggap rasa sakit tersebut sekadar kelelahan biasa akibat seharian bekerja di depan komputer. Begitu pula dengan nyeri pada area lutut yang sering dianggap angin lalu. Jika dibiarkan rasa sakit berlarut-larut bisa berdampak fatal pada mobilitas tubuh di kemudian hari.
“Jika nyeri berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Menunda pemeriksaan terlalu lama dapat membuat seseorang semakin terbatas dalam melakukan aktivitas,” katanya.
Dokter memberikan tips untuk mencegah kerusakan sendi dan tulang di masa depan, dr. Maulana membagikan beberapa langkah pencegahan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti, aktif bergerak, perbaiki postur tubuh, olahraga terukur, dan biasakan pola hidup sehat.
Dokter mengimbau masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika merasakan gejala-gejala tertentu yang tak kunjung membaik.
“Nyeri yang menetap atau berulang, keterbatasan gerak, pembengkakan pada area tertentu, maupun keluhan setelah mengalami cedera merupakan kondisi yang sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter. Pemeriksaan lebih awal membantu mengetahui penyebab pasti dan penanganan yang sesuai,” ujarnya.
(qbl/red)
Lebak – Seorang perempuan di Lebak, Banten diduga tenggelam saat mencuci baju bersama anaknya di
Baca Selengkapnya
Cilegon – PLN Indonesia Power UBP Suralaya menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 80.000 liter kepada
Baca Selengkapnya
Serang – Barisan Milenial Banten melaporkan pengelolaan Belanja Jasa Tenaga Ahli Pemerintah Provinsi Banten Tahun
Baca Selengkapnya
Cilegon – Kecenderungan anak pada gawai bisa membuat anak jadi tantrum dan sulit berkomunikasi dengan
Baca Selengkapnya
Cilegon – Wanita lanjut usia di Cilegon, Banten terpaksa ditandu dari atas gunung usai terpeleset
Baca Selengkapnya
Tangerang – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menolak seluruh eksepsi (keberatan) yang diajukan tim penasihat
Baca Selengkapnya
Cilegon – Tampuk kepemimpinan di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon resmi berganti.
Baca Selengkapnya
Cilegon – Badan Anggaran DPRD Kota Cilegon dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menggelar Rapat
Baca Selengkapnya
Cilegon – Gedung Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Cilegon kebakaran. Api diduga berasal dari
Baca Selengkapnya