Pejabat Dinkes Banten Mundur Massal, WH: Dia Pikir Bisa Bebas?

Pejabat Dinkes Banten Mundur Massal, WH: Dia Pikir Bisa Bebas?

2 Juni 2021


Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengancam akan membebas tugaskan para pejabat

Pejabat Dinkes Banten Mundur Massal, WH: Dia Pikir Bisa Bebas?


Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengancam akan membebas tugaskan para pejabat Dinas Kesehatan yang mengundurkan diri. WH bahkan mengultimatum ke para pejabat itu soal sanksi pemecatan.

Wahidin menyesalkan tindakan yang dilakukan para pejabat eselon III dan OV tersebut. Meski begitu, dirinya mengira tindakan itu dilakukan lantaran mereka ketakutan ada rekannya yang ditahan karena tersangkut kasus korupsi pengadaan masker.

“Ya sangat menyesalkan walaupun saya dapat memahami mereka mungkin merasa ketakutan karena ada temannya yang ditahan. Tapi yang jelas ketika mereka menyatakan mengundurkan diri di tengah semuanya berkonsentrasi menangani Covid-19 menurut saya ini bertentangan lah dengan tugas dan sumpah jabatan dan lebih dari itu memang ini merupakan tindakan indisipliner,” kata WH dalam video yang diunggah melalui akun facebook H. Wahidin Halim seperti dilihat, Rabu (2/6/2021).

Menurut WH, masalahnya bukan soal mengundurkan diri dan meninggalkan jabatan. Jika ada permasalahan, kata dia, harusnya disampaikan dahulu kepasa dirinya selaku pimpinan.

“Jadi bukan sekedar mereka menyatakan mundur dan meninggalkan jabatan, bukan sekedar itu, tidak boleh dong desersi, harus disampaikan dulu pada pimpinan dalam hal ini gubernur, ini jangan kabur gitu aja,” cetusnya.

Apa yang para pejabat itu menurut WH layak mendapatkan hukuman. Wahidin beralasan para pejabat itu merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang disumpah dan siap ditugaskan di mana saja.

“Sekarang kita lakukan pemeriksaan, kita kenali dulu motif dan masalah ada nggak provokatornya, ada nggak pemicunya. Gerakan ini kan gerakan yang mereka lakukan dengan cara-cara tertentu, artinya bisa jadi mereka itu menandatangani juga tidak semuanya paham, atau bahkan informasi ada yang ditakut-takuti ada yang ditakut-takuti. Dari hasil informasi ini akan kita lihat nanti,” kata dia.

WH menagaskan mereka yang menyatakan mundur tidak bisa bebas dari hukuman. Ancaman pemecatan bisa saja dilakukan, kata WH jika terbukti melanggar aturan.

“Dia pikir dengan dia mengundurkan diri dia bisa bebas, nggak bisa begitu, ini akan saya tidak sekedar berhenti, dipecat juga sudah cukup alasan. Kembali kepada soal disiplin, baca peraturannya, tidak disiplin itu hukuman berat atau dipecat,” kata dia.

Pihaknya akan memeberikan sanksi dengan membebas tugaskan mereka yang terlibat dalam pengunduran diri massal. 

“Jadi kemungkinan semua akan dinonjobkan. Pemahaman saya ketika dia mebgundurkan diri berarti dia siap diberhentikan dan siap tidak punya pekerjaan,” tegasnya.

Kamu sudah membaca beberapa halaman, Berikut rekomendasi
berita untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Kekeringan Landa Cilegon, PLN IP Suralaya Salurkan 80 Ribu Liter Air Bersih
Kekeringan Landa Cilegon, PLN IP Suralaya Salurkan 80 Ribu Liter Air Bersih

Cilegon – PLN Indonesia Power UBP Suralaya menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 80.000 liter kepada

Baca Selengkapnya
Naik Rp 17 Miliar, Belanja Tenaga Ahli Pemprov Banten Dilaporkan ke BPK
Naik Rp 17 Miliar, Belanja Tenaga Ahli Pemprov Banten Dilaporkan ke BPK

Serang – Barisan Milenial Banten melaporkan pengelolaan Belanja Jasa Tenaga Ahli Pemerintah Provinsi Banten Tahun

Baca Selengkapnya
Dokter Ungkap Efek Negatif Balita Dibiarkan Lama Main HP
Dokter Ungkap Efek Negatif Balita Dibiarkan Lama Main HP

Cilegon – Kecenderungan anak pada gawai bisa membuat anak jadi tantrum dan sulit berkomunikasi dengan

Baca Selengkapnya
BPBD Evakuasi Lansia Terpeleset di Gunung Cinampul Cilegon
BPBD Evakuasi Lansia Terpeleset di Gunung Cinampul Cilegon

Cilegon – Wanita lanjut usia di Cilegon, Banten terpaksa ditandu dari atas gunung usai terpeleset

Baca Selengkapnya
Sidang dr. Richard Lee Lanjut ke Tahap Pembuktian Usai Hakim Tolak Eksepsi
Sidang dr. Richard Lee Lanjut ke Tahap Pembuktian Usai Hakim Tolak Eksepsi

Tangerang – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menolak seluruh eksepsi (keberatan) yang diajukan tim penasihat

Baca Selengkapnya
Estafet Kepemimpinan Sekretariat DPRD Cilegon Beralih dari ‘Sekwan Sepuh’ ke ‘Sekwan Enom’
Estafet Kepemimpinan Sekretariat DPRD Cilegon Beralih dari ‘Sekwan Sepuh’ ke ‘Sekwan Enom’

Cilegon – Tampuk kepemimpinan di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon resmi berganti.

Baca Selengkapnya
DPRD Cilegon Soroti ‘Rekayasa’ PAD hingga Kelalaian Administrasi DAK Milyaran Rupiah
DPRD Cilegon Soroti ‘Rekayasa’ PAD hingga Kelalaian Administrasi DAK Milyaran Rupiah

Cilegon – Badan Anggaran DPRD Kota Cilegon dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menggelar Rapat

Baca Selengkapnya
Gedung Dinas Ketahanan Pangan Cilegon Kebakaran
Gedung Dinas Ketahanan Pangan Cilegon Kebakaran

Cilegon – Gedung Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Cilegon kebakaran. Api diduga berasal dari

Baca Selengkapnya
Ketua DPRD Cilegon Soroti Serapan Anggaran OPD Baru 40 Persen
Ketua DPRD Cilegon Soroti Serapan Anggaran OPD Baru 40 Persen

Cilegon – Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ihwan, menyoroti capaian realisasi pendapatan daerah yang

Baca Selengkapnya
Dugaan Korupsi Batu Bara Rp5 Triliun: Manipulasi Kualitas hingga Jadi Biang Kerok Blackout Nasional
Dugaan Korupsi Batu Bara Rp5 Triliun: Manipulasi Kualitas hingga Jadi Biang Kerok Blackout Nasional

Jakarta – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri resmi meningkatkan status penanganan kasus

Baca Selengkapnya