Perdana Menteri Nikol Pashinyan. Foto/REUTERS

Bagikan

Cilegon– Armenia kecewa dengan Rusia yang tidak memberikan perlindungan kepada Armenia dalam konflik dengan Azerbaijan. Hal ini membuat Armenia mengancam akan meninggalkan aliansi keamanan pimpinan Moskow, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO).

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan bahwa aliansi CSTO saat ini tidak efektif dan tidak memadai. Ia juga menambahkan bahwa Armenia akan bergabung dengan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin atas tuduhan melakukan kejahatan perang di Ukraina.

Pidato Pashinyan disampaikan hanya beberapa hari setelah Azerbaijan mengeklaim kendali penuh atas Nagorno-Karabakh, wilayah sengketa yang diklaim oleh Armenia.

“Kami kecewa dengan Rusia karena tidak memenuhi kewajibannya di bawah CSTO,” kata Pashinyan seperti dikutip dari sindonews (25/9/2023).

“Aliansi tersebut tidak efektif dalam melindungi Armenia,” tambahnya.

Komentar Pashinyan ini menimbulkan kemarahan di Rusia. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh Armenia menambah bahan bakar ke dalam api.

KOMENTAR