Asam Nitrat Menyembur dari Pabrik Kimia di Cilegon, Puluhan Warga Alami Sesak Napas
2 Februari 2026
Cilegon – Sebanyak 56 hingga 58 warga di kawasan Kalibaru, Kecamatan Gerem, Kabupaten Grogol, Kota
2 Februari 2026
Cilegon – Sebanyak 56 hingga 58 warga di kawasan Kalibaru, Kecamatan Gerem, Kabupaten Grogol, Kota
Cilegon – Sebanyak 56 hingga 58 warga di kawasan Kalibaru, Kecamatan Gerem, Kabupaten Grogol, Kota Cilegon, dilarikan ke Puskesmas Pulomerak setelah menghirup asap tebal berwarna oranye yang mengepul dari area Terminal Merak PT Vopak pada Sabtu (31/1/2026).
Meskipun memicu kepanikan massal, polisi dan pemerintah daerah memastikan bahwa fenomena tersebut bukan disebabkan oleh kebocoran tangki penyimpanan atau pipa.
Kejadian tersebut bermula pada Sabtu siang, sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIB. Warga melaporkan adanya bau kimia yang menyengat sebelum asap kuning kecoklatan mengepul selama kurang lebih 30 menit.
“Saya melihat asapnya, saya lari ke belakang, takut terjadi sesuatu, karena baunya tidak menyengat, baunya seperti bahan kimia,” kata seorang warga, Rismone Lumban Tobing (52).
Puluhan warga di dekat pabrik mengalami sesak napas, mual, muntah, dan pusing hebat akibat menghirup asap oranye. Korban sebagian besar adalah kelompok rentan, yaitu lansia dan anak-anak, akibat ledakan tersebut.
Kepala Polisi Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, menjelaskan bahwa asap tersebut disebabkan oleh proses pembersihan rutin fasilitas. Asam nitrat (HNO3) yang digunakan untuk membersihkan pipa bereaksi dengan sisa minyak dasar (minyak pelumas) di dalam wadah penyimpanan (IBC).
Polisi mengatakan bahwa, berdasarkan informasi dari pabrik, asam nitrat didorong melalui pipa menggunakan gas nitrogen ke scrubber. Cairan tersebut kemudian bercampur dengan sisa minyak dasar di dalam kempu yang tertutup rapat. Petugas meninggalkan lokasi untuk melaksanakan salat. Setelah kembali, kempu tampak menggembung.
“Saat tutupnya dibuka, gas bercampur asap oranye keluar,” katanya.
Walikota Cilegon, Robinsar, yang melakukan pengecekan langsung di lokasi kejadian, menyesalkan lambatnya respons manajemen PT Vopak dalam menangani dampak lingkungan.
Ia menekankan bahwa akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasi standar (SOP) perusahaan. “Jika ada kesalahan, atau mungkin kesalahan manusia, kami akan memberikan sanksi,” tegas Robinsar.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon (DLH) telah memasang peralatan pemantauan kualitas udara di empat titik untuk memastikan keamanan lingkungan pasca kejadian.
(qbl/red)
Pandeglang – Dewan Ambalan Fatahillah-Cut Meutia pangkalan SMAN 4 Pandeglang sukses menggelar kegiatan Tamu ke
Baca Selengkapnya
Serang– Perusahaan peleburan timbal PT Genesis Regeneration Smelting (PT GRS) didakwa melakukan pencemaran limbah bahan
Baca Selengkapnya
Banten – Gempa magnitudo 5,2 berpusat di Bayah, Banten terjadi pada Jumat (18/9/2026) malam. Gempa
Baca Selengkapnya
Pandeglang – Upaya pencarian dan pertolongan terhadap 5 jurnalis, 2 ABK, dan 1 pemandu kapal
Baca Selengkapnya
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dan
Baca Selengkapnya
Pandeglang – Tim SAR gabungan memutuskan memperpanjang operasi pencarian delapan korban speed boat yang mengalami
Baca Selengkapnya
Bali – PT PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya memborong tujuh penghargaan dalam ajang
Baca Selengkapnya
Cilegon – Tiga unit rumah toko (ruko) peralatan pabrik di Lingkungan Tegal Tong RT 01
Baca Selengkapnya
Jakarta – Peristiwa gempa Kepulauan Seribu bermagnitudo (M) 5,9 mengguncang wilayah perairan DKI Jakarta pada
Baca Selengkapnya
Pandeglang – Selat Sunda kini bukan sekadar bentangan air yang memisahkan dua pulau; ia menjelma
Baca Selengkapnya