Menteri Perindustrian dan Perdagangan New South Wales australia

Bagikan

New South Wales, Australia – Australia berkomitmen untuk membantu negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, dalam transisi energi melalui investasi besar-besaran. Pemerintah Australia mengalokasikan dana senilai AU$ 2 miliar atau setara Rp 21,2 triliun untuk mendukung proyek energi ramah lingkungan di kawasan.

 

Menteri Perindustrian dan Perdagangan New South Wales, Hon Anoulack Chanthivong, menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan bagian dari program transisi energi yang diluncurkan oleh Perdana Menteri Australia di awal tahun 2024. Dana ini ditujukan untuk membantu negara-negara ASEAN dalam mengembangkan teknologi energi terbarukan dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

 

Chanthivong menuturkan bahwa New South Wales memiliki keahlian dan teknologi yang mumpuni untuk mendukung transisi energi di Indonesia. Wilayah tersebut memiliki sumber daya mineral yang melimpah, seperti nikel dan tembaga, yang dibutuhkan untuk pembuatan baterai kendaraan listrik. Selain itu, New South Wales juga telah mengembangkan teknologi turbin angin yang dapat menghasilkan energi bersih untuk perumahan.

 

“New South Wales siap berinvestasi dan bekerja sama dengan Indonesia untuk membantu negara ini mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil,” kata Chanthivong.

 

Asisten Menteri Perubahan Iklim dan Energi Australia, Senator Hon Jennny McAllister, menambahkan bahwa dana AU$ 2 miliar tersebut akan dikelola oleh tim khusus di Jakarta. Tim ini akan membantu perusahaan Australia yang ingin melakukan investasi di negara-negara Asia Tenggara, terutama Indonesia.

 

“Dana ini merupakan bentuk dukungan dari pemerintah Australia untuk mendorong transisi energi di kawasan,” kata McAllister.

KOMENTAR