Berita Ekonomi: Analisis Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS
22 Juni 2024
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren pelemahan. Menurut data Bloomberg,
22 Juni 2024
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren pelemahan. Menurut data Bloomberg,
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren pelemahan. Menurut data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp16.450 per dolar AS, turun 20 poin atau setara 0,12 persen dari posisi Rp 16.430 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor fundamental dan sentimen jangka pendek.
Faktor fundamental meliputi kondisi makroekonomi Indonesia seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan kredit. Dari sisi faktor fundamental, seharusnya rupiah bisa menguat karena inflasi Indonesia masih terkendali di 2,8 persen pada Mei 2024, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,1 persen pada triwulan 1 tahun ini, dan pertumbuhan kredit menyentuh 12,5 persen pada Mei 2024.

Perry juga menyebut bahwa kondisi ekonomi Indonesia, termasuk imbal hasil investasi yang baik, seharusnya mendukung penguatan rupiah.
Namun, faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah saat ini lebih kepada faktor teknikal jangka pendek, seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, perubahan arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (the Fed) juga berdampak, dimana penurunan suku bunga yang sebelumnya diproyeksikan akan terjadi kemungkinan hanya terjadi satu kali hingga akhir tahun ini.
Mohammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, menambahkan bahwa pelemahan rupiah ini disebabkan oleh faktor global, khususnya keputusan Federal Reserve yang urung menurunkan suku bunga acuan Amerika Serikat pada paruh kedua tahun ini.
Menurutnya, nilai tukar rupiah kemungkinan besar tidak akan mencapai level Rp 16.500 per dolar AS atau bahkan Rp 17.000 per dolar AS di masa mendatang.
Ibrahim Assuaibi, Direktur Laba Forexindo Berjangka, juga menyatakan bahwa pasar terus memantau ketidakpastian arah kebijakan fiskal yang meningkatkan risiko fiskal, serta proyeksi defisit anggaran yang besar di kisaran 2,8 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Terlebih, kabar mengenai sikap Presiden terpilih Prabowo Subianto yang terlihat permisif dengan utang dan isu kenaikan rasio utang pemerintah juga memengaruhi pelemahan mata uang rupiah. Meski kemudian kabar itu sudah dibantah tim Prabowo-Gibran.
Para ahli meyakini bahwa pemerintah dan Bank Indonesia perlu menjaga stabilitas rupiah berbasis kekuatan fundamental perekonomian Indonesia, seperti surplus neraca perdagangan, bukan intervensi valuta asing (valas) dengan cadangan devisa yang terbatas atau menaikkan suku bunga domestik.
Ibrahim menegaskan bahwa sebenarnya rupiah tidak perlu mengalami pelemahan yang panjang jika pasokan dolar dari surplus neraca perdagangan mengalir ke pasar. Pelemahan rupiah dianggap sebagai anomali karena hingga Mei 2024 Indonesia masih mencatatkan surplus neraca perdagangan yang cukup baik.
Jakarta – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB
Baca Selengkapnya
Cilegon – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui Sales and Operation Region II
Baca Selengkapnya
Cilegon – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) menegaskan komitmennya dalam
Baca Selengkapnya
Kota Serang – Perkembangan inflasi di Kota Serang sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika yang cukup
Baca Selengkapnya
SERANG, Upaya mendorong keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Banten dalam ekosistem pengadaan barang
Baca Selengkapnya
Serang – Platform Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) Plaza Banten mencatat nilai transaksi atau Gross
Baca Selengkapnya
Serang – Harga emas dunia mencetak sejarah baru pada penghujung tahun 2025, melesat ke level
Baca Selengkapnya
SERANG — Plaza Banten, Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) milik Badan Usaha Milik Daerah
Baca Selengkapnya
Jakarta – Menjelang penghujung tahun anggaran 2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menghadapi tantangan signifikan
Baca Selengkapnya
Serang – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan performa impresif,
Baca Selengkapnya