Bagikan

Pandeglang – Alvin alias Adam tewas dalam baku tembak Satgas TNI/Polri di Poso, Sulawesi Tengah pada Senin (1/3). Orangtua Alvin tak menyangkan anaknya terlibat tindak pidana terorisme.

Alvin tewas bersama Irul alis Aslam, menantu eks pemimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso. Keduanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tindak pidana terorisme.

Alfin tewas dengan luka tembak di kepala, sementara Irul meregang nyawa akibat bom yang dibawanya meledak. Pemimpin MIT dan beberapa orang lainnya berhasil melarikan diri saat baku tembak dengan Satgas TNI/Polri.

Alfin disebut dalam rilis kepolisian berasal dari Banten. Tim ujaran.co menemui orangtua Alfin di Kampung Gunung Cangri, Cijakan, Bojong, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Ade dan Jatma begitu sapaan akrab mereka, orangtua Alvin, keduanya bercerita soal anaknya yang terlibat dalam kelompok terorisme di Sulawesi Tengah.

Kabar tewasnya Alfin baru didapat pada Senin (1/3/2021) malam, aparat yang datang ke kediamannya mengabari “Alvin udah nggak ada (meninggal),” kata Jatma kepada ujaran.co, Kamis (4/3/2021).

Alvin putus komunikasi dengan kedua orangtuanya sejak 3 tahun lalu. Sejak lulus SMA pada 2014 lalu, Alvin tidak serumah dengan orangtuanya, dia tinggal bersama neneknya di kampung yang sama.

“Semenjak langsung abis lulus nggak tinggal sama kita, dia di tempat neneknya,” ujarnya.

Sejak lulus SMA, orangtuanya sesekali mendapat kabar bahwa Alvin ikut berjualan bersama pamannya di Pasar Picung, Pandeglang. Ibu kandung Alvin, Ade menyatakan, dirinya tidak terlalu intens bermkomunikasi pascalulus SMA.

Alvin dibebaskan untuk memilih jalan hidupnya sendiri karena dianggap sudah dewasa. Namun, bukan berarti jalan hidup yang dipilihnya menjadi anggota terorisme.

Mendengar kabar bahwa anaknya terlibat terorisme membuat Ade menyesal, Alvin tak mengabarkan ke orangtua dirinya akan ke mana, Ade tahunya Alvin kerja di Jakarta.

Andai saja dirinya tahu akan ikut dalam kelompok teroris, kata Ade “Pasti dilarang, Pak. Siapa sih yang mau anaknya ke sana,” ujarnya.

Sesal Ade dan Jatma bahwa Alvin terlibat kelompok terorisme sudah tak ada arti. Keduanya hanya bisa berdoa untuk Alvin.

“Nggak (diajak ke Poso), katanya udah beres di sana, udah dikubur, sudah ikhlas,” katanya.

KOMENTAR