sebuah gedung hancur terkena serangan rudal hamas, foto: newsweek90

Bagikan

Serang – Dilansir dari BBC pada Senin (9/10/2023), terjadi peningkatan aktivitas militer di perbatasan Israel-Gaza setelah serangan mendadak yang dilakukan oleh Hamas pada Minggu (8/10) waktu setempat. Serangan ini telah menewaskan lebih dari 700 warga Israel. Konflik antara Israel dan Hamas telah berlangsung lama dan kini memasuki wilayah yang belum dipetakan dan berbahaya.

Meskipun demikian, masih ada pertanyaan mengenai kelemahan aparat militer dan intelijen Israel dalam menghadapi salah satu kegagalan keamanan terburuk di negara tersebut. Sementara itu, lebih dari 400 warga Palestina tewas di Gaza ketika Israel melakukan serangan udara di daerah padat penduduk tersebut.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah berjanji akan melakukan pembalasan atas serangan ini. Ia mengancam akan melakukan ‘balas dendam yang besar’ dan memperingatkan akan adanya ‘perang yang panjang dan sulit’. Netanyahu juga mengimbau warga sipil Palestina yang tinggal di Gaza untuk segera meninggalkan wilayah tersebut.

Sebelumnya, Hamas telah meluncurkan ribuan roket dari Jalur Gaza ke Israel dan melakukan serangan langsung ke beberapa lokasi di Israel, termasuk Tel Aviv. Selain itu, kelompok teroris bersenjata juga berhasil masuk ke Israel dan melakukan serangan terhadap warga sipil serta penyanderaan.

Foto-foto yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Israel menunjukkan korban serangan Hamas di sebuah festival musik di dekat perbatasan Israel-Gaza. Setidaknya 260 orang tewas dalam serangan tersebut. Pasukan Israel kemudian terlibat pertempuran dengan pejuang Hamas di darat.

Selain itu, serangan udara Israel juga menghancurkan sejumlah lokasi yang diklaim terkait dengan Hamas. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah menyerang lebih dari 400 sasaran di daerah tersebut, termasuk 10 menara yang digunakan oleh Hamas dan beberapa pasukan teroris di sekitar Jalur Gaza.

Pihak berwenang Palestina melaporkan bahwa 78 anak-anak termasuk di antara korban tewas, dan 2.300 lainnya mengalami luka-luka akibat konflik ini.

KOMENTAR