Bagikan

Cilegon – Jagad sosial media dihebohkan bocornya data 270 penduduk RI. Kebocoran data tersebut berisi nomor induk KTP, NPWP, hingga nomor telepon.

Ditjend Dukcapil Kemendagri menurunkan tim untuk menelusuri kabar kebocoran data penduduk RI di internet. Hasilnya, tim menemukan awal kebocoran itu bersumber di media sosial twitter.

Data penduduk RI dijual dan diiklankan di sebuah situs bernama raidforums.com. Nama pengiklan diketahui Kotz.

“Pada iklan di website tersebut yang bersangkutan memberikan link sample data individu yang bisa didownload sebagai sampel data, data yg sudah didownload berbentuk file CSV (comma separated value) dan setelah diimport berjumlah 1.000.000 rows,” kata Dirjen Zudan Arif Fakrulloh (ZAF) di Jakarta, Kamis (20/5/2021) seperti dilansir pada laman resmi Kemendagri.

Hasil penelusuran tim, lanjut Zudan dari hasil import data sampel tersebut, diperoleh struktur data yg terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut: PSNOKA, PSNOKALAMA, PSNOKALAMA2, NAMA, NMCETAK, JENKEL, AGAMA, TMPLHR, TGLLHR, FLAGTANGGUNGAN, NOHP, NIK, NOKTP, TMT, TAT, NPWP, EMAIL, NOKA, KDHUBKEL, KDSTAWIN, KDNEGARA, KDGOLDARAH, KDSTATUSPST, KDKANTOR, TSINPUT, TSUPDATE, USERINPUT, USERUPDATE, TSSTATUS, DAFTAR.”

Berdasarkan struktur tersebut, kebocoran data bukan berasal dari Dukcapil. Kemendagri memastikan data Dukcapil aman

“Berdasarkan poin 4, dari struktur dan pola datanya, saya memastikan itu bukan data yang bersumber dari dukcapil. Karena struktur data di Dukcapil tidak seperti itu. Struktur data di dukcapil tidak ada tanggungan, email, npwp, no hp, tmt, tat,” kata dia.

KOMENTAR