HNSI Cilegon Minta Akses Pangkalan Nelayan Tangjung Peni Diperbaiki

HNSI Cilegon Minta Akses Pangkalan Nelayan Tangjung Peni Diperbaiki

24 Juni 2021

Cilegon - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon meminta

HNSI Cilegon Minta Akses Pangkalan Nelayan Tangjung Peni Diperbaiki

Cilegon – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon meminta akses jalan menuju pangakalan nelayan Tanjung Peni diperbaiki. Masalahnya, akses tersebut bertahun-tahun dibiarkan tak layak.

Selain akses jalan buruk, keberadaan nelayan di Tanjung Peni terancam dengan rencana penutupan akses jalan utama oleh PT Krakatau Industrial Estate (KIEC).

“Keinginan kita yang pertama ingin pemerintah kota dan DPRD memfasilitasi mengumpulkan pihak terkait agar kepentingan nelayan di Tanjung Peni dapat diberikan akses maksimal yang baik, jalannya kan memang akan dilakukan penutupan oleh KIEC dan lokasi jalan terbarunya kurang layak dan ujung jalan ada tanah milik Krakatau Posco atau KS (Krakatau Steel) atau PCM  kan kita tidak tahu, makanya kita minta bantuan ke kepala daerah dalam hal ini Wali Kota dan DPRD, besok kita ketemu walikota insyaallah,” kata Ketua DPC HNSI Cilegon, Tatang Tarmidzi usai rapat dengar pendapat di DPRD Cilegon, Kamis (25/6/2021).

Kondisi akses jalan tak layak dan belum dapatnya kepastian bagi nelayan, kata Itang, sudah terjadi sejak 2011 lalu. Artinya, nasib nelayan terombang-ambing selama 10 tahun untuk persoalan akses jalan dan tempat tambat kapal.

“Bisa dilewati tapi pada situsi tertentu karena kalo ujan itu kan becek, kemudian kendaraan roda empat gabisa lewat, kalo roda dua kadang-kadang suka kepeleset, belum lagi kalo ujan airnya suka naik,” kata dia.

“Kondisinya sudah terombang ambingnya bertahun tahun pastinya, dari 2011 pindah ke sana pindah ke sini. Kemarinnya ke Cabot, sekarang pindah lagi akesnya ke Osaka. Ini menimbulkan kebimbangan oleh nelayan,” lanjutnya.

Tak hanya itu, lanjut Itang, nasib nelayan di Cilegon kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah sekitar 20 tahun ke belakang. Terlebih, keberadaan nelayan di Cilegon terancam dengan makin massifnya pembangunan pabrik yang notabene dibangun di pinggir pantai.

“Saya kira selama 20 tahun ini belum ada pembelaan-pembelaan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap nelayan, bantuan atau akses titik tambaknya pun tidak diakui, kecuali PLTU 9-10 itukan difasilitasi oleh Indonesia Power. Hampir semuanya itu bersinggungan dengan lahan milik industri,” ujar Itang.

Untuk itu, Itang meminta pemerinfah daerah baik eksekutif maupun legislatif memperhatikan lebih jauh terhadap eksistensi nelayan di Cilegon. Kondisi nelayan yang makin terancam dan kurangnya perhatian pemerintah akan menjadi preseden buruk bagi keberlangsungan hidup nelayan.

“Ke depan kami minta jangka panjangnya akses nelayan itu diluruskan, tapi kalo jangka pendeknya mudah-mudahan dalam satu dua minggu ini aksesnya baik walau agak mutar,” katanya.

(qbl/red)

KPK OTT Pejabat BPN, Orang Kepercayaan Menteri Nusron Terseret
KPK OTT Pejabat BPN, Orang Kepercayaan Menteri Nusron Terseret

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dan

Baca Selengkapnya
Operasi Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperpanjang
Operasi Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperpanjang

Pandeglang – Tim SAR gabungan memutuskan memperpanjang operasi pencarian delapan korban speed boat yang mengalami

Baca Selengkapnya
PLN IP Banten 1 Suralaya Borong 7 Penghargaan ENSIA 2026
PLN IP Banten 1 Suralaya Borong 7 Penghargaan ENSIA 2026

Bali – PT PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya memborong tujuh penghargaan dalam ajang

Baca Selengkapnya
3 Ruko Alat Pabrik di Citangkil Cilegon Ludes Terbakar
3 Ruko Alat Pabrik di Citangkil Cilegon Ludes Terbakar

Cilegon – Tiga unit rumah toko (ruko) peralatan pabrik di Lingkungan Tegal Tong RT 01

Baca Selengkapnya
Ini Fakta Gempa Kepulauan Seribu, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Ini Fakta Gempa Kepulauan Seribu, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

​Jakarta – Peristiwa gempa Kepulauan Seribu bermagnitudo (M) 5,9 mengguncang wilayah perairan DKI Jakarta pada

Baca Selengkapnya
Selat Sunda, Anak Krakatau, dan Penantian yang Belum Usai
Selat Sunda, Anak Krakatau, dan Penantian yang Belum Usai

Pandeglang – Selat Sunda kini bukan sekadar bentangan air yang memisahkan dua pulau; ia menjelma

Baca Selengkapnya
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Gelombang Tinggi Jadi Tantangan
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Gelombang Tinggi Jadi Tantangan

Pandeglang – Gelombang tinggi mencapai 4 meter dan tiupan angin kencang menerjang Perairan Selat Sunda,

Baca Selengkapnya
Tim SAR Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Tim SAR Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Pandeglang – Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian speed boat yang hilang kontak di perairan

Baca Selengkapnya
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Pandeglang – Rombongan jurnalis hilang kontak saat melakukan perjalanan laut dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju

Baca Selengkapnya
Abu Vulkanik Anak Krakatau Hujani Bandara Soetta, Operasional Ditutup Sementara
Abu Vulkanik Anak Krakatau Hujani Bandara Soetta, Operasional Ditutup Sementara

Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta menghentikan sementara operasional penerbangan akibat ancaman sebaran abu vulkanik

Baca Selengkapnya