Bagikan

Ciater, Subang – Kecelakaan tragis menimpa Bus Trans Putera Fajar yang membawa rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Ciater, Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (11/5). Kecelakaan ini menelan korban jiwa sebanyak 11 orang dan melukai 32 lainnya.

Diduga rem blong menjadi penyebab kecelakaan. Bus Trans Putera Fajar juga diketahui tidak memiliki izin angkutan dan masa berlaku uji berkala (KIR) telah habis sejak Desember 2023.

Menanggapi peristiwa ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno, menegaskan pentingnya uji berkala dan penggunaan sabuk pengaman untuk memastikan keselamatan dalam berkendara.

dikutip dari uzone.id, “Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan ini,” ujar Hendro. “Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya bagi PO Bus untuk melakukan uji berkala secara rutin dan bagi penumpang untuk selalu menggunakan sabuk pengaman.”

Kemenhub mewajibkan PO Bus untuk melakukan uji berkala setiap 6 bulan sekali sesuai Permenhub Nomor PM 19 Tahun 2021. Pengemudi juga diimbau untuk tidak memaksakan perjalanan jika merasakan ada yang tidak beres pada kendaraan.

PO Bus yang tidak berizin dan memaksa beroperasi akan dikenakan sanksi pidana. Setiap penumpang dan pengemudi bus juga wajib menggunakan sabuk pengaman sesuai Permenhub Nomor PM 74 Tahun 2021.

Kemenhub akan terus melakukan pengawasan terhadap PO Bus dan kendaraan yang beroperasi di jalan. Diharapkan dengan penekanan kembali pada keselamatan berkendara, tragedi serupa dapat dihindari di masa depan.

KOMENTAR