Organisasi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengungkapkan kondisi rumah sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara usai serangan Israel. Ilustrasi (REUTERS/MOHAMMED SALEM)

Bagikan

Cilegon – Dilansir dari CNN indonesia (10/10/23), Organisasi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengungkapkan kondisi rumah sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, setelah serangan Israel. Pipa distributor oksigen rumah sakit mengalami kerusakan akibat serangan bom yang ditembakkan oleh jet-jet tempur Israel. Fasilitas tersebut sedang dalam proses perbaikan.

Menurut Presidium MER-C, Henry Hidayatullah, kondisi rumah sakit terkena di selang pipa distributor oksigen konsentrat. Hal ini menyebabkan pusat oksigen konsentrat dan pipa distribusinya terkena serangan bom. Meskipun demikian, rumah sakit Indonesia di Gaza masih bisa beroperasi dengan cukup baik.

Namun, rumah sakit tersebut tidak lagi bisa menampung mayat-mayat yang meninggal akibat perang. Mayat-mayat tersebut sudah meluap hingga ke luar area rumah sakit. Korban luka juga sangat tinggi, sehingga rumah sakit Indonesia di Gaza membutuhkan sumber daya manusia, alat kesehatan, dan obat-obatan seperti perban, infus, dan benang jahit.

Presidium MER-C, Faried Thalib, memastikan bahwa rumah sakit Indonesia di Gaza masih bisa beroperasi hingga 4 bulan ke depan. Kebutuhan yang menunjang rumah sakit telah disimpan di area basement. Namun, rumah sakit tetap memerlukan bantuan karena dalam kondisi normal pun kewalahan menangani penduduk Gaza. MER-C berharap dapat segera masuk ke wilayah Palestina untuk memberikan bantuan.

Jalur Gaza saat ini berada dalam keadaan kacau setelah serangan Hamas, milisi Palestina, terhadap pasukan Israel. Pasukan Israel membalas serangan tersebut dengan melancarkan Operasi Pedang Besi yang menargetkan infrastruktur Hamas di Jalur Gaza. Serangan saling berlanjut dan menyebabkan banyak korban jiwa di kedua belah pihak.

KOMENTAR