Rupiah Diperkirakan Melemah Terhadap Dolar AS Menjadi Rp16.000 Meski Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga
Bagikan

Jakarta – Dilansir dari bisnis.com, Mata uang rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS dan mencapai Rp16.000 meskipun Bank Indonesia diperkirakan akan menaikkan suku bunga dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG BI) hari ini, Kamis (19/10/2023). Menurut Kepala Riset NH Korindo, Liza Camelia Suryanata, rupiah berada di kisaran Rp15.700 dan berpotensi melemah lebih lanjut hingga mencapai Rp16.000 per dolar AS.

 

Keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga dianggap sebagai pilihan terakhir dalam upaya stabilisasi nilai tukar rupiah. Pemerintah memiliki opsi lain, seperti menerbitkan obligasi global dengan denominasi dolar AS atau membuka keran ekspor komoditas vital, namun langkah-langkah ini memiliki konsekuensi dan pertimbangan tersendiri.

 

Pemerintah juga perlu melakukan sosialisasi mengenai Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dan skema Devisa Hasil Ekspor (DHE) dengan lebih intens dan memberikan insentif yang lebih banyak. Selain itu, perlu diingat bahwa intervensi pasar menggunakan cadangan devisa yang semakin menipis harus dilakukan dengan hati-hati, dan kecukupan pembiayaan impor harus tetap dijaga sesuai standar internasional.

 

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) dilaksanakan pada 18-19 Oktober dengan prediksi bahwa suku bunga akan tetap dipertahankan pada level 5,75% hingga akhir tahun. Namun, penekanan Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan bagaimana bank sentral mengantisipasi kebijakan yang lebih ketat dari The Fed di masa depan menjadi perhatian utama.

KOMENTAR