Bagikan

Cilegon – Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences mengungkap bagaimana kecoak menyebar ke seluruh dunia. Serangga yang sering bersembunyi di dapur atau laci, memiliki sejarah yang menarik.

Para peneliti menganalisis gen dari 280 kecoak dari 17 negara dan enam benua. Hasilnya menunjukkan bahwa kecoak Jerman, spesies yang ditemukan di seluruh dunia, berasal dari Asia Tenggara.

Kecoak ini kemungkinan besar berevolusi dari kecoa Asia sekitar 2.100 tahun yang lalu. Sebelum menyebar ke seluruh dunia, kecoak Jerman melakukan perjalanan melalui dua rute utama.

Penelitian itu mengungkap, pertama mereka bergerak ke barat menuju Timur Tengah sekitar 1.200 tahun yang lalu, kemungkinan menumpang di keranjang makanan tentara. Kemudian, kecoak bersembunyi di jalur perdagangan Perusahaan Hindia Timur Belanda dan Inggris untuk sampai ke Eropa sekitar 270 tahun yang lalu.

Ketika kecoak Jerman tiba di Eropa, mereka menemukan lingkungan yang berbeda dengan iklim yang lebih dingin. Penelitian mengungkapkan kecoak memliki daya adaptasi luar biasa. Kecoak ini memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Mereka juga memiliki toleransi yang tinggi terhadap berbagai jenis makanan, termasuk bahan organik yang membusuk.

Seiring waktu, kecoak Jerman menyebar ke seluruh dunia melalui perdagangan dan perjalanan manusia. Mereka menjadi hama yang umum di rumah-rumah, restoran, dan tempat-tempat lain di seluruh dunia. Namun, penelitian ini memberikan kita pemahaman lebih baik tentang sejarah dan evolusi kecoak, serta bagaimana mereka dapat membantu kita memahami adaptasi dan penyebaran serangga di masa depan.

Penemuan ini memberikan wawasan tentang bagaimana kecoak menaklukkan lingkungan di masa lalu dan dapat membantu pengendalian hama di masa depan.

(red)

KOMENTAR