Pagar Laut Misterius Sepanjang 30,16 Km di Pesisir Tangerang, Kok Bisa Pemerintah Tak Tahu?
8 Januari 2025
Tangerang - Pagar laut misterius sepanjang 30,16 kilometer di pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi sorotan
8 Januari 2025
Tangerang - Pagar laut misterius sepanjang 30,16 kilometer di pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi sorotan
Tangerang – Pagar laut misterius sepanjang 30,16 kilometer di pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi sorotan publik. Pagar dengan tinggi sekitar 6 meter ini diduga dibangun tanpa izin resmi dan telah menimbulkan keresahan di kalangan nelayan setempat.
Keberadaan pagar ini pertama kali dilaporkan oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tangerang kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten. Para nelayan mengeluhkan kesulitan dalam mencari ikan karena akses mereka ke perairan menjadi terhalang. Selain itu, mereka khawatir terhadap potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh struktur tersebut.
Kepala DKP Provinsi Banten, Agus M. Tauchid, menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin atau rekomendasi terkait pembangunan pagar tersebut.
“Kami telah melakukan inspeksi dan memastikan bahwa tidak ada izin resmi untuk konstruksi ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Victor Gustaaf Manoppo, menegaskan bahwa setiap aktivitas pembangunan di wilayah pesisir dan laut harus melalui prosedur perizinan yang ketat.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti temuan ini dan memastikan bahwa aturan yang berlaku ditegakkan,” kata Victor.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Kepala Dinas Perikanan, Jainudin, mengaku berada dalam posisi dilematis. Menurutnya, kewenangan pengawasan wilayah laut berada di tangan DKP Provinsi Banten.
“Kami hanya mengurus nelayan saat mereka di darat hingga bibir pantai. Begitu mereka menyentuh air laut, itu menjadi kewenangan provinsi,” jelas Jainudin.
Para nelayan berharap agar pagar tersebut segera dibongkar, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap mata pencaharian mereka.
“Sebelumnya, kami bisa mendapatkan hasil tangkapan yang cukup. Sekarang, dengan adanya pagar itu, kami kesulitan mengakses area penangkapan,” keluh seorang nelayan yang enggan disebutkan namanya.
Pihak berwenang masih menyelidiki motif di balik pembangunan pagar tersebut. Beberapa spekulasi menyebutkan bahwa pagar itu mungkin terkait dengan upaya reklamasi atau aktivitas ilegal lainnya. Namun, tanpa adanya informasi resmi, asal-usul dan tujuan sebenarnya dari pagar ini tetap menjadi misteri.
Masyarakat dan nelayan setempat berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini.
“Kami hanya ingin bisa bekerja dengan tenang tanpa ada hambatan seperti ini,” ujar seorang nelayan. Pemerintah diharapkan dapat segera menindaklanjuti laporan ini demi kesejahteraan nelayan dan kelestarian lingkungan pesisir Tangerang.
(red)
Cilegon – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Cilegon, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) mendapat dana
Baca Selengkapnya
Jakarta – Sebuah dokumen pertahanan rahasia Amerika Serikat (AS) mengungkapkan rencana yang mengkhawatirkan terkait kedaulatan
Baca Selengkapnya
Lebak – Seorang warga negara asing asal China dilaporkan tenggelam di pantai Cibobos, Cihara, Lebak,
Baca Selengkapnya
Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi janji manis kampanye Presiden Prabowo terus
Baca Selengkapnya
Suralaya – Siaga kelistrikan menjadi agenda rutin tahunan untuk memastikan operasional pembangkit listrik optimal selama
Baca Selengkapnya
Cilegon – Anggota DPRD Kota Cilegon, Fachri Mohammad Rizki menggelar kegiatan buka puasa bersama di
Baca Selengkapnya
Cilegon – PT Krakatau Posco bersama Pemerintah Kota Cilegon menggelar kegiatan packing donation sebanyak 1.200
Baca Selengkapnya
Cilegon – Sebagai bentuk partisipasi kepada Pemerintah Kota Cilegon pada program mudik gratis tahun ini,
Baca Selengkapnya
Serang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menahan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil
Baca Selengkapnya
Cilegon – Kelompok Kerja Wartawan Harian Cilegon (PWHC) turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket
Baca Selengkapnya