Bos PT Blueray Diduga Minta Barang Palsu Lolos, Pejabat Bea Cukai Terima Suap Miliaran Rupiah

Bos PT Blueray Diduga Minta Barang Palsu Lolos, Pejabat Bea Cukai Terima Suap Miliaran Rupiah

6 Februari 2026

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan praktik suap dan gratifikasi dalam proses importasi

Bos PT Blueray Diduga Minta Barang Palsu Lolos, Pejabat Bea Cukai Terima Suap Miliaran Rupiah

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan praktik suap dan gratifikasi dalam proses importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang melibatkan PT Blueray. Pemilik PT Blueray, John Field, kini menjadi buronan setelah melarikan diri saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK, sementara lima tersangka lainnya telah ditahan. Dugaan ini menguak modus operandi yang memungkinkan barang-barang palsu atau “KW” serta ilegal masuk ke Indonesia tanpa melalui pemeriksaan fisik oleh petugas Bea Cukai.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa PT Blueray berupaya agar barang impornya tidak diperiksa saat memasuki wilayah Indonesia. “PT BR ini ingin supaya barang-barang yang di bawah naungannya, yang masuk dari luar negeri itu tidak dilakukan pengecekan,” ujar Asep, sebagaimana dikutip dari Kompas. Kondisi ini memungkinkan barang-barang yang diduga palsu, KW, dan ilegal dapat masuk dengan mudah tanpa hambatan pemeriksaan Bea Cukai.

Kasus ini bermula pada Oktober 2025, ketika diduga terjadi “pemufakatan jahat” antara sejumlah pihak di DJBC dan PT Blueray. Konspirasi ini bertujuan untuk mengatur jalur importasi barang. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan, terdapat dua kategori jalur dalam pelayanan dan pengawasan barang impor: jalur hijau, yang memungkinkan pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik, dan jalur merah, yang mewajibkan pemeriksaan fisik. Diduga, PT Blueray berupaya mengkondisikan agar barang-barangnya dapat melewati jalur hijau, sehingga terhindar dari inspeksi ketat.

Setelah pengkondisian jalur impor berhasil, serangkaian penyerahan uang dari PT Blueray kepada oknum di DJBC diduga terjadi secara rutin. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut adanya “jatah bulanan” atau setoran yang mencapai Rp7 miliar per bulan untuk pejabat DJBC yang terlibat. Penyerahan uang ini berlangsung secara teratur setiap bulan sebagai ‘kuota’ bagi individu-individu di DJBC, dalam periode Desember 2025 hingga Februari 2026 di berbagai lokasi.

Dalam OTT yang dilakukan pada 5 Februari 2026, KPK berhasil mengamankan barang bukti senilai total Rp40,5 miliar. Barang bukti tersebut meliputi uang tunai, logam mulia berupa emas seberat 2,8 kilogram (senilai sekitar Rp8,3 miliar) dan 2,5 kilogram (senilai sekitar Rp7,4 miliar) yang ditemukan di beberapa safe house, serta mata uang asing.

Sidang dr. Richard Lee Lanjut ke Tahap Pembuktian Usai Hakim Tolak Eksepsi
Sidang dr. Richard Lee Lanjut ke Tahap Pembuktian Usai Hakim Tolak Eksepsi

Tangerang – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menolak seluruh eksepsi (keberatan) yang diajukan tim penasihat

Baca Selengkapnya
Estafet Kepemimpinan Sekretariat DPRD Cilegon Beralih dari ‘Sekwan Sepuh’ ke ‘Sekwan Enom’
Estafet Kepemimpinan Sekretariat DPRD Cilegon Beralih dari ‘Sekwan Sepuh’ ke ‘Sekwan Enom’

Cilegon – Tampuk kepemimpinan di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon resmi berganti.

Baca Selengkapnya
DPRD Cilegon Soroti ‘Rekayasa’ PAD hingga Kelalaian Administrasi DAK Milyaran Rupiah
DPRD Cilegon Soroti ‘Rekayasa’ PAD hingga Kelalaian Administrasi DAK Milyaran Rupiah

Cilegon – Badan Anggaran DPRD Kota Cilegon dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menggelar Rapat

Baca Selengkapnya
Gedung Dinas Ketahanan Pangan Cilegon Kebakaran
Gedung Dinas Ketahanan Pangan Cilegon Kebakaran

Cilegon – Gedung Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Cilegon kebakaran. Api diduga berasal dari

Baca Selengkapnya
Ketua DPRD Cilegon Soroti Serapan Anggaran OPD Baru 40 Persen
Ketua DPRD Cilegon Soroti Serapan Anggaran OPD Baru 40 Persen

Cilegon – Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ihwan, menyoroti capaian realisasi pendapatan daerah yang

Baca Selengkapnya
Dugaan Korupsi Batu Bara Rp5 Triliun: Manipulasi Kualitas hingga Jadi Biang Kerok Blackout Nasional
Dugaan Korupsi Batu Bara Rp5 Triliun: Manipulasi Kualitas hingga Jadi Biang Kerok Blackout Nasional

Jakarta – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri resmi meningkatkan status penanganan kasus

Baca Selengkapnya
Wakil Ketua DPRD Cilegon Dorong Penguatan Peternakan Demi Ketahanan Pangan
Wakil Ketua DPRD Cilegon Dorong Penguatan Peternakan Demi Ketahanan Pangan

Cilegon – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cilegon, Sokhidin mendukung penuh upaya pembangunan

Baca Selengkapnya
CSR PLN IP Suralaya Berbuah Penghargaan dari Pemprov Banten
CSR PLN IP Suralaya Berbuah Penghargaan dari Pemprov Banten

Serang – PLN Indonesia Power UBP Suralaya meraih penghargaan sebagai pendamping program TAMASYA terbaik tingkat

Baca Selengkapnya
DPRD Cilegon Gelar Rapat Paripurna Pertanggung Jawaban Realisasi APBD 2025
DPRD Cilegon Gelar Rapat Paripurna Pertanggung Jawaban Realisasi APBD 2025

Cilegon – DPRD Kota Cilegon menggelar rapat paripurna Raperda pertanggung jawaban realisasi APBD Kota Cilegon

Baca Selengkapnya
Polda Banten Musnahkan Barang Bukti 73 Kg Sabu hingga Ganja
Polda Banten Musnahkan Barang Bukti 73 Kg Sabu hingga Ganja

Serang – Polda Banten memusnahkan barang bukti sabu-sabu seberat 73,2 kilogram hasil pengungkapan tindak pidana

Baca Selengkapnya