Dokter Bicara: Penderita ISPA Tak Ditemukan di Ring 1 PLTU Suralaya

Dokter Bicara: Penderita ISPA Tak Ditemukan di Ring 1 PLTU Suralaya

11 Juni 2021

Cilegon - Upaya deteksi dini dampak operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

Dokter Bicara: Penderita ISPA Tak Ditemukan di Ring 1 PLTU Suralaya

Cilegon – Upaya deteksi dini dampak operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya dilakukan PT Indonesia Power dengan mendirikan Polklinik Desa (Polides). Polides Ini sudah berjalan 19 tahun sejak didirikan pada 2002 silam.

PT Indonesoa Power PGU Suralaya menjadikan dua wilayah ring 1 atau wilayah terdekat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1-7 Suralaya di Salira dan Lebak Gede untuk memantau kesehatan warga sekitar.

Perusahaan mendirikan Polides sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan pembangkit listrik PT Indonesia Power untuk deteksi dini dampak dari operasional perusahaan. Dokter yang bertugas pada klinik itu adalah dokter Bamba Yuranadi, dia dibantu satu suster untuk memeriksa warga di dua wilayah itu.

Polides diselenggarakan 2 kali dalam sepekan. Lokasinya bisa di kantor desa atau tempat-tempat yang menjadi fasilitas umum di desa tersebut. Dokter mendiagnosa warga secara cuma-cuma alias gratis, pun dengan obat yang diberikan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk mengontrol kesehatan warga terdampak operasional PLTU Suralaya.

“Bentuknya itu kan memang pelayanan dari Indonesia Power dalam rangka CSR-nya ke masyarakat yang takutnya ada terdampak dari operasional perusahaan, jadi kita memberikan suatu pengobatan rawat jalan, kita pantau ada nggak pengaruh-pengaruh akibat operasional Indonesoa Power itu,” kata dr Bamba saat berbincang dengan ujaran.co, Jumat (11/6/2021).

Setiap kali kegiatan anjangsana kesehatan digelar, 10-20 orang warga mendaftar dan mendapat pengobatan cuma-cuma. Antusiasme warga yang hendak berobat gratis, kata Bamba melebihi kapasitas yang diizinkan. Tetapi karena pemeriksa kesehatan butuh konsentrasi, dokter membatasi maksimal 20 orang setiap kali kegiatan.

“Memang kita membatasi ada sekitar 20 pasien dan memang paling minim sekitar 10-an dan paling banyak kalau lagi full 20, jangan kita terima pasien terlalu banyak akhirnya nggak konsentrasi juga,” ujarnya.

Bamba menceritakan, selama dirinya dilibatkan dalam program Polides bentukan PT Indonesia Power, penyakit yang diderita warga masih dikategorikan penyakit biasa. Dia memberi contoh rerata warga yang datang untuk memeriksa kesehatan di Polides menderita batuk-pilek, radang, dan pegal-pegal.

“Dari beberapa tahun yang saya amati, saya perhatikan ya kenyataannya penyakit-penyakit umum aja, penyakit pernapasan umum karena batuk pilek, karena kecapean, karena radang, juga yang banyak juga sakit-sakit tua aja kadang-kadang,” tuturnya.

Sebulan 8 kali Polides digelar, dokter tak mendapati dampak langsung operasional PLTU Suralaya. Pun dengan dampak debu yang ditimbulkan dari kegiatan pembangkit listrik Jawa Bali tersebut.

“ISPA biasa aja saluran atas atau kalau istilah lain kan kalau bahasa awam kalau orang sudah tau infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB) nyebutnya. Biasanya yang saya tahu karena radang itu, awalnya batuk pilek dari pernapasan atas tang nggak sembuh akhirnya dari situdia biasanya menjalar ke bawah. Karena pengaruh debu atau udara begitu biasanya sifatnya kadang-kadang bisa akut. Artinya tiba-tiba secara bersama-sama maayarakat di sekitar situ ada kena dampaknya gitu,” kata Bamba.

Dalam diagnosa dokter dampak abu batu bara biasanya efeknya berkepanjangan dan terjadi serentak, misalnya warga satu kelurahan serentak menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Namun, pihaknya belum menemukan gejala-gejala itu pada warga terdekat PLTU Suralaya.

“Nggak ada (ISPA), kalau sampai ada pengaruh dampak dari debu atau apa itu sih selama ini saya perhatikan nggak ada karena itu kan perjalanannya bisa kronis juga. Belum ada (penderita ISPA) walaupun memang usianya sudah lanjut ya kebanyakan karena penyakit kronis yang batuk-batuk lama karena radang,” jelasnya.

Jika ditemukan ada warga mengeluh sakit paru-paru, dokter akan membantu merujuk ke rumah sakit. Bantuan itu sesuai amanat perusahaan agar warga yang menderita penyakit yang tergolong kronis dapat ditangani lebih lanjut.

“Saya sampaikan juga pengobatan ini untuk seluruh masyarakat dan diutamakan bagi yang tidak mampu. Kalau memang ada keluhan paru-paru kita follow up, kita rongen kita fasilitasi kalau memang ada pengobatan lanjutan,” kata dia.

Ini Fakta Gempa Kepulauan Seribu, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Ini Fakta Gempa Kepulauan Seribu, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

​Jakarta – Peristiwa gempa Kepulauan Seribu bermagnitudo (M) 5,9 mengguncang wilayah perairan DKI Jakarta pada

Baca Selengkapnya
Selat Sunda, Anak Krakatau, dan Penantian yang Belum Usai
Selat Sunda, Anak Krakatau, dan Penantian yang Belum Usai

Pandeglang – Selat Sunda kini bukan sekadar bentangan air yang memisahkan dua pulau; ia menjelma

Baca Selengkapnya
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Gelombang Tinggi Jadi Tantangan
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Gelombang Tinggi Jadi Tantangan

Pandeglang – Gelombang tinggi mencapai 4 meter dan tiupan angin kencang menerjang Perairan Selat Sunda,

Baca Selengkapnya
Tim SAR Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Tim SAR Perluas Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Pandeglang – Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian speed boat yang hilang kontak di perairan

Baca Selengkapnya
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Pandeglang – Rombongan jurnalis hilang kontak saat melakukan perjalanan laut dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju

Baca Selengkapnya
Abu Vulkanik Anak Krakatau Hujani Bandara Soetta, Operasional Ditutup Sementara
Abu Vulkanik Anak Krakatau Hujani Bandara Soetta, Operasional Ditutup Sementara

Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta menghentikan sementara operasional penerbangan akibat ancaman sebaran abu vulkanik

Baca Selengkapnya
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sebaran Abu Vulkanik Sudah Sampai Lampung-Anyer
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sebaran Abu Vulkanik Sudah Sampai Lampung-Anyer

Serang – Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda kembali mengalami rangkaian erupsi menerus

Baca Selengkapnya
Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB, Negara Rugi Rp 8,7 M
Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Kredit Bank BJB, Negara Rugi Rp 8,7 M

Serang – Subdirektorat III Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Banten membongkar skandal dugaan korupsi pengajuan

Baca Selengkapnya
Sindikat Spesialis Curi Mobil Pikap di Banten Dibongkar, 11 Unit Diamankan
Sindikat Spesialis Curi Mobil Pikap di Banten Dibongkar, 11 Unit Diamankan

Serang – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat spesialis pencurian kendaraan roda empat jenis

Baca Selengkapnya
Sajikan Ayam Masih Mentah, Wabup Serang Minta Pemilik Dapur Perketat Quality Control
Sajikan Ayam Masih Mentah, Wabup Serang Minta Pemilik Dapur Perketat Quality Control

SERANG — Penyajian menu ayam yang masih mentah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di

Baca Selengkapnya