Daun Kelor Asal Banten Mulai Diekspor ke AS-Jerman
27 Januari 2022
Cilegon - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Cilegon memfasilitasi sertifikasi ekspor perdana daun
27 Januari 2022
Cilegon - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Cilegon memfasilitasi sertifikasi ekspor perdana daun
Cilegon – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Cilegon memfasilitasi sertifikasi ekspor perdana daun kelor asal Provinsi Banten.
Ekspor perdana sebanyak 320 kg bubuk daun kelor asal Banten dengan nilai ekonomis sebesar Rp 14 juta. Meski tak banyak, ekspor perdana ini berhasil memenuhi persyaratan ekspor empat negara yakni, Amerika Serikat, Republik Ceko, Jerman dan New Zealand.
“Di negara tujuan, komoditas yang dipercaya kaya nutrisi ini digunakan sebagai suplemen makanan. Dan kami sangat mengapresiasi bertambahnya ragam komoditas unggulan ekspor baru asal Banten,” kata Kepala Balai Karantina Cilegon, Arum Kusnila Dewi dalam keterangan tertulis, Kamis (27/1/2022).
Beberapa bulan terakhir, kata Arum banyak bermunculan komoditas ekspor baru di antaranya kakao bubuk, gula tebu, beras ketan, cengkeh, jintan, kayu manis, kelapa parut, lada, palet kayu, serabut kelapa dan bungkil sawit.
Dia mengatakan, Karantina Pertanian Cilegon bertugas untuk mengawal tercapainya target program peningkatan ekspor pertanian di Provinsi Banten dalam program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian, (Gratieks).
“Seperti pada ekspor bubuk daun kelor kali ini, hasil pemeriksaan, pejabat analis karantina tumbuhan Cilegon bubuk daun kelor dinyatakan sehat atau tidak ditemukan serangga hidup dan Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) lainnya,” kata dia.
Langkah selanjutnya, bubuk daun kelor yang sudah diolah menjadi serbuk halus, dikemas rapih menggunakan plastik dan box karton layak untuk diterbitkan Phytosanitary Certificate atau sertifikat kesehatan tumbuhan sebagai dokumen persyaratan ekspor.
Hilirisasi Produk Pertanian
Sementara, Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang turut mengapresiasi munculnya ragam komoditas baru asal Banten, terlebih dalam bentuk yang telah diolah.
“Minimal setengah jadi, agar memberi nilai tambah untuk menambah kesejahteraan petani,” kata Bambang.
Sebagai informasi, dari rilis data BPS, nilai ekspor pertanian di tahun 2021 masih menunjukkan tren positif. Nilai ekspor tahun 2021 tercatat Rp. 625,01 triliun atau meningkat 38,67% dibandingkan nilai ekspor tahun 2020 yang membukukan Rp. 451,7 triliun.
Selain mendorong ragam komoditas ekspor baru, pertumbuhan eksportir pertanian juga terus didorong, antara lain dengan membuka akses informasi dan pasar baru.
(qbl/red)
Serang – Ditreskrimum Polda Banten berhasil meringkus komplotan maling sepeda motor di Cikande, Serang, Banten.
Baca Selengkapnya
Cilegon – PLN Indonesia Power UBP Suralaya Raih 6 Penghargaan Internasional di Ajang Global CSR &
Baca Selengkapnya
Lebak – Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan terjatuh di perairan
Baca Selengkapnya
Cilegon – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Cilegon, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) mendapat dana
Baca Selengkapnya
Jakarta – Sebuah dokumen pertahanan rahasia Amerika Serikat (AS) mengungkapkan rencana yang mengkhawatirkan terkait kedaulatan
Baca Selengkapnya
Lebak – Seorang warga negara asing asal China dilaporkan tenggelam di pantai Cibobos, Cihara, Lebak,
Baca Selengkapnya
Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi janji manis kampanye Presiden Prabowo terus
Baca Selengkapnya
Suralaya – Siaga kelistrikan menjadi agenda rutin tahunan untuk memastikan operasional pembangkit listrik optimal selama
Baca Selengkapnya
Cilegon – Anggota DPRD Kota Cilegon, Fachri Mohammad Rizki menggelar kegiatan buka puasa bersama di
Baca Selengkapnya
Cilegon – PT Krakatau Posco bersama Pemerintah Kota Cilegon menggelar kegiatan packing donation sebanyak 1.200
Baca Selengkapnya