Bagikan

Cilegon – Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahyo Untoro diminta meminimalisir efek lato-lato jelang Pemilu 2024. Istilah efek lato-lato diartikan sebagai benturan antar pendukung hingga simpatisan politik.

Efek lato-lato yang diartikan benturan para pendukung calon itu terungkap saat acara ‘Jumat Curhat Kapolres Cilegon’ dengan perwakilan Ormas, LSM, dan Paguyuban Pedagang di Cilegon yang digelar di kediaman salah satu tokoh Ormas di Cilegon, Juaeni.

Permintaan untuk meredam benturan antarpendukung ini datang dari Presiden Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC), Mulyadi Sanusi. Mulyadi mengatakan jelang tahun politik, mesin-mesin politik sudah mulai dipanaskan. Dia meminta aparat penegak hukum untuk meminimalisir benturan antar pendukung jelang Pemilu 2024.

“Saya curhat dengan Kapolres ini. Jadi sebentar lagi 2024 ini mesin politik audah mulai dipanaskan, sehingga saya takut terjadi seperti lato-lato, benturan. Artinya bagaimana Pak Kapolres meminimalisir efek lato-lato,” kata Mulyadi di Cilegon, Jumat (10/2/2023).

Mulyadi menganggap, benturan antarpendukung baik Capres, Cagub, maupun Cawalkot semestinya sudah mulai diminimalisir sejak dini.

“Mumpung belum panas-panas banget, jadi baiknya kan sudah harus diredam mulai dari sekarang,” ujarnya.

Menjawab curhatan itu, Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahyo Untoro mengatakan, peredaman efek lato-lato ini akan dijalankan melalui fungsi intelijen. Menurut Eko, selain menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, seluruh elemen masyarakat juga diminta untuk tidak bertindak sewajarnya dalam dukung-mendukung pasangan calon.

“Kemudian 2024, sebagai kepolisian sebenarnya ini ranahnya intel, sebenarnya politik ini hangat-hangat, kayak lato-lato suka benturan. Panas atau tidaknya situasi politik nanti tergantung kita-kita, bagaimana semua elemen masyarakat dewasa dalam berpolitik,” katanya.

 

(qbl/red)

KOMENTAR