Limbah Batu Bara PLTU Suralaya Dimanfaatkan untuk Bangun Jalur Evaluasi Tsunami di Ujung Kulon
4 Februari 2022
Pandeglang - Limbah batu bara berupa fly ash dan bottom ash (FABA) tak lagi masuk
4 Februari 2022
Pandeglang - Limbah batu bara berupa fly ash dan bottom ash (FABA) tak lagi masuk
Pandeglang – Limbah batu bara berupa fly ash dan bottom ash (FABA) tak lagi masuk kategori limbah bahan berbahaya beracun (B3). Limbah batu bara itu mulai dimanfaatkan untuk jalur evakuasi tsunami.
Limbah bottom ash atau abu padat hasil pembakaran batu bara ini dijadikan paving block. Barang ini kemudian disalurkan ke wilayah Ujung Kulon untuk digunakan sebagai jalur evakuasi tsunami yang kondisinya memprihatinkan.
“Kita pergunakan abu sisa pembakaran yang alhamdulillah kami diizinkan oleh negara dicoret lah oleh pemerintah dari daftar limbah B3 sehingga bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat,” kata General Manager PT Indonesia Power Suralaya PGU, Rachmad Handoko melalui keterangan tertulis, Jumat (4/2/2022).
Selain untuk jalur evakuasi tsunami, paving block ini juga dimanfaatkan untuk memperbaiki halaman madrasah di Ujung Kulon. Sebanyak 56.600 paving block olahan limbah batu bara dimanfaatkan untuk kedua hal tersebut.
“Mudah-mudahan jalur evakuasi tsunami ini sangat bermanfaat dan mudah-mudahan bisa menjadi contoh ketika dibutuhkan untuk membuat jalur-jalur yang sama,” ujarnya.
Rachmad mengatakan, pihaknya akan memperluas pemanfaatan olahan limbah batu bara dari PLTU Suralaya ini agar dapat dimanfaatkan lebih luas di bidang lain. Sejauh ini, selain dibuat paving block, limbah batu bara berupa bottom ash sudah dimanfaatkan untuk dasar water intake di PLTU Suralaya.
“Kiranya bottom ash kami bisa dimanfaatkan lebih luas, barangkali cocok dimanfaatkan untuk dasar water intake di PLTU Suralaya,” kata dia.
Sementara, tokoh masyarakat Kampung Paniis, Sakiwan mengatakan, jalur evakuasi di kampungnya sudah bertahun-tahun dinilai tak layak. Warga di sana bergotong royong secara swadaya memperbaiki jalur evakuasi tsunami menggunakan hasil olahan limbah batu bara.
“Kami sebenernya sudah beberapa tahun pengen punya jalur evakuasi, akhirnya terwujud dengan bantuan dari Bapak/Ibu sekalian,” tuturnya.
(qbl/red)
Pandeglang – Dewan Ambalan Fatahillah-Cut Meutia pangkalan SMAN 4 Pandeglang sukses menggelar kegiatan Tamu ke
Baca Selengkapnya
Serang– Perusahaan peleburan timbal PT Genesis Regeneration Smelting (PT GRS) didakwa melakukan pencemaran limbah bahan
Baca Selengkapnya
Banten – Gempa magnitudo 5,2 berpusat di Bayah, Banten terjadi pada Jumat (18/9/2026) malam. Gempa
Baca Selengkapnya
Pandeglang – Upaya pencarian dan pertolongan terhadap 5 jurnalis, 2 ABK, dan 1 pemandu kapal
Baca Selengkapnya
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dan
Baca Selengkapnya
Pandeglang – Tim SAR gabungan memutuskan memperpanjang operasi pencarian delapan korban speed boat yang mengalami
Baca Selengkapnya
Bali – PT PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya memborong tujuh penghargaan dalam ajang
Baca Selengkapnya
Cilegon – Tiga unit rumah toko (ruko) peralatan pabrik di Lingkungan Tegal Tong RT 01
Baca Selengkapnya
Jakarta – Peristiwa gempa Kepulauan Seribu bermagnitudo (M) 5,9 mengguncang wilayah perairan DKI Jakarta pada
Baca Selengkapnya
Pandeglang – Selat Sunda kini bukan sekadar bentangan air yang memisahkan dua pulau; ia menjelma
Baca Selengkapnya