ilustrasi

Bagikan

Jakarta – Ekonom Senior Raden Pardede menyoroti tingginya jumlah Generasi Z (Gen Z) yang bekerja di sektor informal, dari kontan. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada penerimaan pajak Indonesia.

Sektor informal memang sulit dipajaki karena banyak yang tidak terdaftar dalam sistem administrasi perpajakan.

Raden mengatakan, situasi ini membuat penerimaan pajak Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara lain.

Fajry Akbar, Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), membenarkan bahwa Gen Z memang condong untuk bekerja di sektor informal, dikutip dari kontan .

Hal ini dikarenakan banyak Gen Z yang sulit mendapatkan pekerjaan formal.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaan pajak.

Sulitnya menjangkau sektor informal untuk dipungut pajak, Upah di sektor informal umumnya rendah, sehingga potensinya untuk dipungut pajak juga kecil.

Fajry menambahkan bahwa kondisi ini akan semakin memperparah tantangan penerimaan pajak di masa depan.

Pasalnya, negara dengan tax ratio tinggi umumnya memiliki kontribusi pajak penghasilan (PPh) Orang Pribadi (OP) yang besar dalam struktur penerimaan.

KOMENTAR