foto dok: tribun

Bagikan

Malang, Jawa Timur – Viral di media sosial aksi seorang anak di Malang, Jawa Timur, yang tega merobohkan rumah ibu kandungnya sendiri menggunakan buldozer. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (17/5/2024) di Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, dan dipicu oleh sengketa warisan.

 

Aksi nekat sang anak dilatarbelakangi oleh perselisihan mengenai harta warisan. Sang anak tidak terima dengan keputusan untuk membagi dua warisan dengan adik tirinya. Kekecewaan ini mendorongnya untuk mengambil langkah ekstrem dengan meratakan rumah ibunya.

 

Video kejadian ini beredar luas di media sosial, memperlihatkan buldozer berwarna oranye menghancurkan rumah hingga rata dengan tanah. Rekaman ini pun sontak memicu berbagai reaksi dan komentar dari warganet.

 

Camat Poncokusumo, Didik Agus Mulyono, membenarkan kejadian tersebut. Rumah yang dirobohkan adalah milik seorang perempuan berinisial S (43). Awalnya, S menikah dengan YM dan dikaruniai seorang anak, KR. Namun, pernikahan mereka berakhir dengan perceraian pada tahun 2008.

 

Setelah perceraian, S menikah lagi dan dikaruniai seorang putri. KR kemudian tinggal bersama ayahnya, YM, sedangkan S membangun kehidupan barunya.

 

Sekitar dua minggu sebelum kejadian, KR menuntut kepada ibunya kompensasi gono gini sebesar Rp 50 juta atas hak warisan dari ayahnya. S hanya menyanggupi Rp 25 juta dan ingin dibagi dua dengan adik tirinya. KR menolak kesepakatan ini, sehingga memicu perselisihan.

 

Pihak keluarga dan perangkat desa kemudian mengadakan musyawarah untuk mencari solusi. Diperoleh kesepakatan bahwa rumah tersebut dibongkar atas persetujuan kedua belah pihak.

 

Pada Jumat (17/5/2024) sore, KR mendatangkan buldozer dan membongkar rumah setelah barang-barangnya dikeluarkan terlebih dahulu.

 

Polres Malang telah menangani kasus ini dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak terkait. Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat menyelesaikan masalah dengan cara damai dan tidak menempuh jalan kekerasan.

KOMENTAR