Dugaan Korupsi Batu Bara Rp5 Triliun: Manipulasi Kualitas hingga Jadi Biang Kerok Blackout Nasional

Dugaan Korupsi Batu Bara Rp5 Triliun: Manipulasi Kualitas hingga Jadi Biang Kerok Blackout Nasional

7 Juli 2026

Jakarta – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri resmi meningkatkan status penanganan kasus

Dugaan Korupsi Batu Bara Rp5 Triliun: Manipulasi Kualitas hingga Jadi Biang Kerok Blackout Nasional

Jakarta – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri resmi meningkatkan status penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) periode 2018–2026 ke tahap penyidikan. Kasus megakorupsi ini menyita perhatian publik lantaran nilai kerugian negara mencapai Rp5 triliun.

Selain itu, Kortas Tipikor Polri menyebut dampaknya dugaan korupsi ini memicu pemadaman listrik massal (blackout) di berbagai wilayah Indonesia.

Peningkatan status perkara ini ditetapkan melalui Laporan Polisi tertanggal 4 Juli 2026. Kepala Kortas Tipikor Polri, Irjen Pol. Totok Suharyanto, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan komprehensif, pengumpulan dokumen, serta analisis mendalam terhadap alat bukti awal.

Direktur Penindakan Kortas Tipikor Polri, Brigjen Pol. Roberthus Yohanes De Deo, menjelaskan adanya manipulasi dokumen kualitas batu bara, manipulasi kuantitas pasokan, serta penyimpangan yang membuat harga kontrak tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Kortas Tipikor Polri mengungkap, penyidik setidaknya mengungkap tiga modus utama yang dijalankan oleh para pelaku untuk mengeruk keuntungan pribadi.

“Kerugian ekonomi akibat blackout tersebut turut diperhitungkan dalam indikasi awal kerugian negara sebesar Rp5 triliun,” ujar Brigjen Roberthus De Deo.

Saat ini, Polri tengah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigatif guna menetapkan nilai kerugian secara riil dan pasti.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 16 saksi dari total 34 pihak yang dipanggil. Polri juga menegaskan akan segera memanggil pejabat dari Kementerian ESDM untuk mendalami proses pengawasan dan pemenuhan pasokan batu bara tersebut.

Dua perusahaan swasta, yakni PT OBP dan PT BRA, kini berada dalam radar utama penyidikan. Guna mengoptimalkan pengembalian aset negara (asset recovery), Polri menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Penyidik akan melacak setiap aliran dana dan menyita aset-aset yang diduga berasal dari praktik korupsi ini.

Senada dengan temuan Polri, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, menduga kuat adanya keterlibatan oknum surveyor. Para penambang disinyalir bekerja sama dengan surveyor untuk menerbitkan sertifikat analisis sampel yang palsu, di mana batu bara yang dipasok memiliki kualitas lebih rendah (kalori rendah) namun dijual dengan harga kualitas tinggi sesuai kontrak.

Praktik rasuah ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung pada ketahanan energi nasional. Gangguan pada kualitas dan kuantitas pasokan batu bara ini diidentifikasi sebagai salah satu penyebab terjadinya pemadaman listrik atau blackout yang melanda wilayah Sumatera, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sebagian Jabodetabek.

Cekcok, Sopir dan Kernet Bus Asli Prima Tusuk Calon Penumpang
Cekcok, Sopir dan Kernet Bus Asli Prima Tusuk Calon Penumpang

Serang –  Sopir dan kernet bus Asli Prima menusuk calon penumpangnya di Serang, Banten. Penusukan

Baca Selengkapnya
Kenali Tanda Kegawatdaruratan Bedah pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Jangan Menunda Pemeriksaan
Kenali Tanda Kegawatdaruratan Bedah pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Jangan Menunda Pemeriksaan

Cilegon – Orang tua sering kali menganggap remeh keluhan ringan seperti sakit perut, muntah, atau

Baca Selengkapnya
Sabun Garapan Pemuda Cilegon Dirilis, Krakatau Posco Beri Pendampingan
Sabun Garapan Pemuda Cilegon Dirilis, Krakatau Posco Beri Pendampingan

Cilegon – Kelompok pemuda di Tegal Ratu, Cilegon merilis hasil karya tangan berupa produk kebersihan

Baca Selengkapnya
Dua Daratan Baru Muncul Pascaerupsi Anak Krakatau
Dua Daratan Baru Muncul Pascaerupsi Anak Krakatau

Bandung – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada awal September lalu memunculkan gumuk baru

Baca Selengkapnya
Kru Kapal Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Ditemukan di Pulau Enggano Bengkulu
Kru Kapal Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Ditemukan di Pulau Enggano Bengkulu

Serang – Penemuan mayat Mr. X di pulau Enggano, Bengkulu pada hari kelima pencarian rombongan

Baca Selengkapnya
Bocah SD di Lebak Tercebur Sumur saat Hendak Ambil Tas
Bocah SD di Lebak Tercebur Sumur saat Hendak Ambil Tas

Lebak – Seorang bocah berusia 7 tahun tercebur sumur saat hendak mengambil tasnya di Lebak,

Baca Selengkapnya
Status Gunung Anak Krakatau Turun dari Siaga ke Level II Waspada
Status Gunung Anak Krakatau Turun dari Siaga ke Level II Waspada

Jakarta – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penurunan tingkat aktivitas

Baca Selengkapnya
Acungkan Golok Saat Tolak Jemaat GKPI, Pemuda Tangerang Minta Maaf
Acungkan Golok Saat Tolak Jemaat GKPI, Pemuda Tangerang Minta Maaf

Tangerang – Warga di Rajeg, Kabupaten Tangerang mengacungkan golok saat menolak kegiatan ibadah jemaat Gereja

Baca Selengkapnya
Zelensky Klaim Sukses Gempur Fasilitas Minyak Rusia, Moskow Janji Balas Dendam
Zelensky Klaim Sukses Gempur Fasilitas Minyak Rusia, Moskow Janji Balas Dendam

Serang – Rusia menyatakan akan memperkuat serangan ke Kyiv sebagai balasan atas gempuran drone Ukraina

Baca Selengkapnya
Selaraskan Visi Sekolah, Pramuka SMAN 4 Pandeglang Terapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di TKC 2026
Selaraskan Visi Sekolah, Pramuka SMAN 4 Pandeglang Terapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di TKC 2026

Pandeglang – Dewan Ambalan Fatahillah-Cut Meutia pangkalan SMAN 4 Pandeglang sukses menggelar kegiatan Tamu ke

Baca Selengkapnya