Bagikan

Serang – Sidang kasus suap izin parkir pasar Kranggot, Cilegon menemui babak baru. Eks Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Cilegon, Uteng Dedi Apendi menyebut uang suap yang diterimanya juga mengalir ke Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian.

Uteng jadi terdakwa penerima suap atas izin parkir sebesar Rp 530 juta. Dia didakwa menerima suap dari dua perusahaan yakni PT Hartanto Arafah Rp 130 juta dan PT Damar Aji Mufidah Rp 400 juta.

Pada siang yang digelar di Pengadilan Negeri Serang, Rabu (8/12/2021). Dia blak-blakan soal siapa saja yang menikmati uang tersebut. Uteng menyebut nama Wali Kota Cilegon Helldy Agustian yang menerima Rp 20 juta untuk tunjangan hari raya (THR).

“Salah satunya THR lebaran Pak Wali Kota Helldy Agustian 20 juta. Uang dalam rangka THR Lebaran,” kata Uteng, Rabu (8/12/2021).

Tak hanya Wali Kota, uang suap juga megalir ke anak buahnya sendiri yakni Kasi Angkutan Dishub Cilegon, Fitria Achmad alias Anggi sebesar Rp 50 juta. Uteng beralasan Anggi telah berjasa membantu pengurusan izin parkir tersebut.

Tak kalah dari Anggi, uang sebesar Rp 80 juta juga mengalir ke seorang pegawai yang berstatus tenaga harian lepas (THL) Jhoni Izar. Uang itu diberikan “Untuk mengkondisikan warga. Saya kasih cash ke Joni,” kata Uteng.

Selain itu, ada nama Kolonel DN yang ikut menerima aliran suap Rp 100 juta, dan salah seorang petinggi instansi militer di Serang sebesar Rp 30 juta. Uteng mengaku sisa uang suap digunakan untuk operasional kantor.

(zka/red)

KOMENTAR