Hampir 10 Juta Gen Z Menganggur: Bom Waktu yang Mengancam Masa Depan Bangsa?
21 Mei 2024
Jakarta - Hampir 10 juta, atau tepatnya 9,9 juta, pemuda Indonesia usia 15-24 tahun
21 Mei 2024
Jakarta - Hampir 10 juta, atau tepatnya 9,9 juta, pemuda Indonesia usia 15-24 tahun
Jakarta – Hampir 10 juta, atau tepatnya 9,9 juta, pemuda Indonesia usia 15-24 tahun terjebak dalam jurang pengangguran. Data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Agustus 2023 ini bagaikan bom waktu yang siap meledak dan mengancam masa depan bangsa.
Generasi muda yang seharusnya menjadi tulang punggung bangsa, kini tersisih di pinggiran. Mayoritas pengangguran ini adalah perempuan (5,73 juta) dan lulusan SMA (3,57 juta). Mereka tersebar di seluruh pelosok negeri, dengan 5,2 juta di perkotaan dan 4,6 juta di pedesaan.
Akar permasalahan ini tertanam kuat di dunia pendidikan. Kualitas pendidikan yang rendah, kurikulum yang tidak relevan dengan kebutuhan industri, dan mismatch antara teori dan praktik menjadi faktor utama.
“Daya saing pemuda kita jauh lebih rendah dibandingkan ASEAN lain,” kata Nailul Huda, Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), kepada Katadata.co.id. “Kita tahun NEET pemuda kita termasuk lebih tinggi dibandingkan ASEAN tapi kualitas pendidikan kita sangat memprihatinkan.”
Tak hanya itu, ketidakcocokan antara industri dan pendidikan juga menjadi biang keladi. Industri kebingungan mencari tenaga kerja yang sesuai kualifikasi, sementara lulusan dalam negeri tak siap menjawab kebutuhan pasar.
“Diploma yang dibangun di suatu wilayah kadang tidak sesuai dengan sektor unggulan daerah tersebut. Akhirnya tidak terserap oleh industri,” ungkap Nailul.
Menyelamatkan generasi muda dari jurang pengangguran membutuhkan kolaborasi multi pihak. Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat harus bahu membahu.
Pemerintah perlu meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses pendidikan, dan menciptakan lapangan kerja. Sektor swasta dapat berpartisipasi dengan membuka lapangan kerja dan menyediakan pelatihan vokasi. Masyarakat pun harus berperan aktif dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka.
Kegagalan untuk bertindak akan mengakibatkan konsekuensi fatal. Pengangguran tinggi akan menghambat pertumbuhan ekonomi, memicu kerawanan sosial, dan menghambat kemajuan bangsa.
“Potensi pemuda Indonesia tidak termanfaatkan secara optimal. Kesenjangan antar daerah semakin lebar,” tegas Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance (Indef).
Jakarta – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB
Baca Selengkapnya
Cilegon – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui Sales and Operation Region II
Baca Selengkapnya
Cilegon – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) menegaskan komitmennya dalam
Baca Selengkapnya
Kota Serang – Perkembangan inflasi di Kota Serang sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika yang cukup
Baca Selengkapnya
SERANG, Upaya mendorong keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Banten dalam ekosistem pengadaan barang
Baca Selengkapnya
Serang – Platform Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) Plaza Banten mencatat nilai transaksi atau Gross
Baca Selengkapnya
Serang – Harga emas dunia mencetak sejarah baru pada penghujung tahun 2025, melesat ke level
Baca Selengkapnya
SERANG — Plaza Banten, Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) milik Badan Usaha Milik Daerah
Baca Selengkapnya
Jakarta – Menjelang penghujung tahun anggaran 2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menghadapi tantangan signifikan
Baca Selengkapnya
Serang – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan performa impresif,
Baca Selengkapnya