Hari Santri Nasional: Peran Santri Dalam Membangun Peradaban

Hari Santri Nasional: Peran Santri Dalam Membangun Peradaban

26 Oktober 2025

Serang - Sorotan di Banten terhadap peran santri dalam membangun peradaban telah mengalami evolusi signifikan,

Hari Santri Nasional: Peran Santri Dalam Membangun Peradaban

Serang – Sorotan di Banten terhadap peran santri dalam membangun peradaban telah mengalami evolusi signifikan, bergerak melampaui citra tradisional sebagai penjaga ritual keagamaan semata menjadi pandangan bahwa mereka adalah aset strategis yang dinamis dan multitalenta. Persepsi ini berakar kuat pada jejak sejarah, di mana Banten sebagai “Tanah Jawara” tidak dapat dipisahkan dari kontribusi pondok pesantren sebagai benteng pertahanan, baik secara fisik maupun spiritual, terutama dalam melawan kolonialisme.

Publik Banten secara kolektif masih menyimpan memori historis bahwa santri dan kiai adalah pilar utama yang menanamkan nilai cinta tanah air (hubbul wathon) sekaligus menjadi fondasi keilmuan masyarakat. Penghormatan historis inilah yang menjadi dasar bagi opini publik modern, yang kini telah berkembang menjadi pandangan yang jauh lebih kompleks dan menuntut. Di era kontemporer, masyarakat Banten tidak lagi memandang santri sebagai figur yang terisolasi di dalam dinding pesantren, melainkan sebagai sumber daya manusia unggul yang diharapkan mampu berkiprah di segala lini pembangunan.

Dalam konteks peradaban modern yang dihadapkan pada tantangan disrupsi digital dan potensi polarisasi sosial, publik pertama-tama melihat santri sebagai ‘penjaga moral’ dan agen toleransi. Ekspektasi publik sangat tinggi terhadap santri untuk menjadi penyejuk, penyebar narasi damai, dan benteng pertahanan akhlakul karimah (akhlak mulia) di tengah derasnya arus informasi.

Sinergi antara ulama (pemimpin agama) dan umara (pemerintah) yang sering digaungkan oleh para pemimpin daerah mencerminkan keyakinan publik bahwa santri adalah elemen krusial dalam menjaga stabilitas sosial, kesuksesan demokrasi lokal, dan harmoni di wilayah yang agamis namun heterogen.

Lebih jauh, opini publik juga telah bergeser untuk mengakui peran santri sebagai motor penggerak intelektual dan ekonomi. Masyarakat Banten kini menyaksikan dan mendukung santri yang tidak hanya menjadi ahli tafsir atau kiai, tetapi juga menjelma menjadi teknokrat, politisi, birokrat, wirausahawan sukses, dan pakar di berbagai bidang ilmu pengetahuan umum.

Adanya dukungan terhadap program-program seperti penyetaraan pendidikan atau ‘Santripreneur’ menunjukkan adanya kesadaran publik bahwa lulusan pesantren memiliki kapabilitas ganda: kedalaman spiritual dan kompetensi profesional, yang keduanya vital untuk membangun peradaban yang berdaya saing. Puncak dari evolusi opini ini adalah adanya tuntutan adaptasi terhadap zaman.

Publik Banten, yang seringkali disuarakan oleh para tokoh dan pemimpinnya, kini secara terbuka menantang santri untuk ‘menaklukkan’ dunia digital. Jika ‘jihad’ di masa lalu adalah perjuangan fisik, maka ‘jihad’ peradaban saat ini dipandang sebagai penguasaan teknologi, sains, dan bahkan Artificial Intelligence (AI). Opini yang berkembang adalah santri tidak cukup hanya fasih kitab kuning, tetapi juga harus fasih dalam literasi digital, menjadikannya sebagai ladang dakwah baru sekaligus alat untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa. Singkatnya, opini publik di Banten memposisikan santri sebagai figur paripurna: sosok yang mengakar kuat pada tradisi luhur dan nilai-nilai agama, namun sekaligus menjadi garda terdepan yang diharapkan mampu menghadapi, membentuk, dan memimpin masa depan peradaban yang modern, berdaya, dan berkeadaban.

 

Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P

Dosen Administrasi Negara Universitas Pamulang Kampus Serang

Pendidikan Bukan Soal Nilai, Tapi Pembentukan Karakter
Pendidikan Bukan Soal Nilai, Tapi Pembentukan Karakter

Serang – Banyak orang memahami pendidikan hanya sebagai angka di rapor, peringkat kelas, atau hasil

Baca Selengkapnya
Banjir Sumatera: Alarm Keras Bagi Pemerintah
Banjir Sumatera: Alarm Keras Bagi Pemerintah

Serang – Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir 2025 tidak lagi

Baca Selengkapnya
Menata Wajah Ibu Kota: Dilema PKL dan Hak Pejalan Kaki di Kota Serang
Menata Wajah Ibu Kota: Dilema PKL dan Hak Pejalan Kaki di Kota Serang

Serang – Kota Serang, sebagai ibu kota Provinsi Banten, saat ini tengah menghadapi krisis identitas

Baca Selengkapnya
Ekonomi Kerakyatan “Ala” Bung Hatta Lebih Relevan bagi Indonesia daripada Kapitalisme Adam Smith
Ekonomi Kerakyatan “Ala” Bung Hatta Lebih Relevan bagi Indonesia daripada Kapitalisme Adam Smith

Serang – Pemikiran Adam Smith kerap dipuji sebagai fondasi ekonomi modern. Namun, menjadikannya rujukan utama

Baca Selengkapnya
Kontaminasi Cesium-137 pada Udang Beku: Alarm Bagi Sistem Keamanan Pangan Indonesia
Kontaminasi Cesium-137 pada Udang Beku: Alarm Bagi Sistem Keamanan Pangan Indonesia

Serang – Cesium-137, sebagai isotop radioaktif buatan yang berasal dari aktivitas nuklir dan pencemaran industri,

Baca Selengkapnya
Banjir Sumatra dalam Pemikiran Adam Smith: Ketika Kepentingan Pasar Kehilangan Kendali Moral
Banjir Sumatra dalam Pemikiran Adam Smith: Ketika Kepentingan Pasar Kehilangan Kendali Moral

Serang – Banjir yang kembali melanda berbagai wilayah di Sumatra bukan sekadar bencana alam, melainkan

Baca Selengkapnya
Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Pegawai di Dinas Perhubungan Kota Serang
Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Pegawai di Dinas Perhubungan Kota Serang

Serang – Di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan profesional, kualitas kinerja

Baca Selengkapnya
Relevansi Filsafat Adam Smith Bagi Kebijakan Ekonomi Indonesia Modern
Relevansi Filsafat Adam Smith Bagi Kebijakan Ekonomi Indonesia Modern

Serang – Adam Smith sering dianggap sebagai tokoh yang mendorong individualisme ekstrem. Namun, karya-karyanya justru

Baca Selengkapnya
Membangun Indonesia dari Nalar Sosial: Tantangan dan Harapan Baru
Membangun Indonesia dari Nalar Sosial: Tantangan dan Harapan Baru

Serang – Indonesia membutuhkan peningkatan mental dan fisik untuk menghadapi pergeseran zaman yang cepat. Dalam

Baca Selengkapnya
Ironi Kedaulatan di Tanah Nikel: Saat “Bandara Ilegal” IMIP Menguak Keresahan Negara di Balik Karpet Merah Investor Asing
Ironi Kedaulatan di Tanah Nikel: Saat “Bandara Ilegal” IMIP Menguak Keresahan Negara di Balik Karpet Merah Investor Asing

Cilegon – Polemik seputar Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah belakangan ini

Baca Selengkapnya