Bagikan

Jakarta – Presiden Joko Widodo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 4,5 sampai 5,5 persen. Jokowi ingin membalikkan pertumbuhan ekomomi yang minus 2,19 persen pada 2020.

“Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 di kisaran 4,5 sampai 5,5 persen. Artinya, dalam setahun kita harus mampu membalikkan kondisi dari minus 2,19 persen menjadi plus 5 persen, atau bahkan lebih,” tulis Jokowi dalam laman akum facebook Presiden Joko Widodo seperti dikutip, Jumat (5/3/2021).

Keinginan Jokowi menaikkan pertumbuhan ekonomi berimbas pada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia sering ditelpon saban hari oleh Jokowi. Dia sering menanyakan investor siapa yang mau berinvestasi di Indonesia hingga menanyakan target pertumbuhan ekonomi.

“Itulah sebabnya, saya begitu sering menghubungi Pak Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Tiap hari saya menelponnya, dengan pertanyaan: berapa persen bisa realisasi tahun ini? Berapa triliun bisa naik? Siapa yang masuk? Sudah sampai mana? Targetnya tercapai enggak? Begitu setiap hari,” kata dia.

Menurut Jokowi, capaian imvestasi adalah tolok ukur pertumbuhan ekonomi. Investasi menurut Jokowi bisa membuka lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

“Mengapa begitu? Karena kunci pencapaian pertumbuhan ekonomi ada di investasi yang akan membuka lapangan kerja dan bisa memberi kesejahteraan bagi masyarakat. Dan saya selalu berpesan kepada Kepala BKPM agar bisa menyambungkan para investor, baik asing maupun dalam negeri, dengan para pengusaha di daerah,” tuturnya.

KOMENTAR