Membangun Indonesia dari Nalar Sosial: Tantangan dan Harapan Baru
4 Desember 2025
Serang - Indonesia membutuhkan peningkatan mental dan fisik untuk menghadapi pergeseran zaman yang cepat. Dalam
4 Desember 2025
Serang - Indonesia membutuhkan peningkatan mental dan fisik untuk menghadapi pergeseran zaman yang cepat. Dalam
Serang – Indonesia membutuhkan peningkatan mental dan fisik untuk menghadapi pergeseran zaman yang cepat. Dalam hal ini, ilmu-ilmu sosial sangat penting karena membantu kita memahami perilaku manusia, struktur sosial, dan masalah kemasyarakatan seperti kemiskinan, ketimpangan, dan konflik sosial. Sayangnya, pembangunan selama ini seringkali hanya berfokus pada aspek ekonomi dan teknologi, mengabaikan nalar sosial masyarakat.
Nalar sosial adalah kemampuan untuk berpikir kritis dan merasa empati terhadap realitas sosial di sekitar kita. Masyarakat yang memiliki nalar sosial yang baik tidak hanya mencari keuntungan pribadi mereka sendiri, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan bersama. Misalnya, komunitas yang memiliki nalar sosial yang kuat akan lebih mengutamakan diskusi dan toleransi daripada kebencian dan kekerasan dalam menghadapi perbedaan pendapat atau konflik.
Meningkatkan kesadaran sosial di tengah arus digitalisasi dan individualisme yang deras adalah tantangan saat ini. Orang-orang yang menggunakan media sosial seringkali terlalu sibuk menilai orang lain daripada memahami masalah sosial yang sebenarnya. Meskipun demikian, ilmu sosial memiliki kemampuan untuk memupuk rasa empati dan solidaritas antara warga negara.
Harapan ke depan, ilmu sosial di Indonesia perlu lebih dekat dengan masyarakat. Para akademisi, mahasiswa, dan peneliti sosial perlu terlibat langsung dalam kehidupan sosial, tidak hanya menulis teori, tetapi juga membantu mencari solusi nyata bagi masalah sosial. Pemerintah pun perlu melibatkan perspektif sosial dalam setiap kebijakan publik agar pembangunan tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga adil dan manusiawi.
Membangun Indonesia dari nalar sosial berarti membangun bangsa yang berpikir dengan hati dan akal. Ketika masyarakat memahami satu sama lain dan peduli terhadap sesama, maka cita-cita Indonesia yang adil dan sejahtera bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang bisa kita wujudkan bersama.
Penulis : Tsaqif Zhoriya Zhorin
Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang
Serang – Banyak orang memahami pendidikan hanya sebagai angka di rapor, peringkat kelas, atau hasil
Baca Selengkapnya
Serang – Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir 2025 tidak lagi
Baca Selengkapnya
Serang – Kota Serang, sebagai ibu kota Provinsi Banten, saat ini tengah menghadapi krisis identitas
Baca Selengkapnya
Serang – Pemikiran Adam Smith kerap dipuji sebagai fondasi ekonomi modern. Namun, menjadikannya rujukan utama
Baca Selengkapnya
Serang – Cesium-137, sebagai isotop radioaktif buatan yang berasal dari aktivitas nuklir dan pencemaran industri,
Baca Selengkapnya
Serang – Banjir yang kembali melanda berbagai wilayah di Sumatra bukan sekadar bencana alam, melainkan
Baca Selengkapnya
Serang – Di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan profesional, kualitas kinerja
Baca Selengkapnya
Serang – Adam Smith sering dianggap sebagai tokoh yang mendorong individualisme ekstrem. Namun, karya-karyanya justru
Baca Selengkapnya
Cilegon – Polemik seputar Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah belakangan ini
Baca Selengkapnya