Bagikan

Serang – Perjanjian kersama sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dan Tangerang Selatan (Tangsel) soal sampah dari Tangsel dibuang ke TPSA Cilowong resmi diteken. Hasil buang sampah Tangsel itu, Pemkot Serang dapat untung Rp 25,2 per tahun.

Duit puluhan miliar didapat dari retribusi dengan hitungan Rp 175 ribu/ton sampah yang dibuang Tangsel ke TPSA Cilowong, Kota Serang. Pemkot Tangsel akan membuang sampah ke Kota Serang mencapai 400 ton setiap harinya.

Dengan hitung-hitungan retribusi Rp 175 ribu per ton sampah dikalikan 400 ton sampah yang akan dibuang ke Kota Serang. Maka Pemkot Serang cuan Rp 25,5 miliar per tahun hanya dari sampah.

“Perjanjiannya 3 tahun, dalam setiap satu tahun kita lakukan evaluasi. Contoh, kalau retribusi itu dasarnya adalah progress, artinya seandainya dia mengirimkannya kurang terus, itu yang kita hitung,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, Ipiyanto dilansir mediabanten.com, Rabu (28/4/2021).

Usai penandatanganan persetujuan antar keduanya, proses pembuangan sampah Tangsel ke Kota Serang segera dimulai.

“Itu kan mulai proses, artinya APBD Tangsel kan udah diketok,” kata Wali Kota Serang Syafrudin.

Pihaknya memastikan sudah tidak ada lagi penolakan dari warga terkait Kota Serang jadi penampung sampah Tangsel. Syafrudin juga mengklaim DPRD sudah setuju.

“Sudah dipastikan oleh Dinas tidak ada yang menolak. Ya (bisa dipastikan) tidak ada yang menolak baik masyarakat maupun dewan,” tuturnya.

KOMENTAR