Pendidikan Bukan Soal Nilai, Tapi Pembentukan Karakter

Pendidikan Bukan Soal Nilai, Tapi Pembentukan Karakter

6 Januari 2026

Serang - Banyak orang memahami pendidikan hanya sebagai angka di rapor, peringkat kelas, atau hasil

Pendidikan Bukan Soal Nilai, Tapi Pembentukan Karakter

Serang – Banyak orang memahami pendidikan hanya sebagai angka di rapor, peringkat kelas, atau hasil ujian. Namun, pada kenyataannya, pendidikan memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar pencapaian akademik. Pendidikan sejatinya adalah proses membentuk karakter seseorang agar bisa memiliki sikap, moral, dan kepribadian yang baik dalam hidup bermasyarakat.

Jika fokus terlalu berada pada nilai, tujuan utama pendidikan bisa terabaikan. Banyak siswa yang merasa tertekan karena tekanan akademik, bahkan rela melakukan tindakan tidak jujur demi mendapatkan nilai yang baik. Fenomena ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan yang hanya mengejar kecerdasan kognitif belum berhasil membangun karakter manusia secara utuh. Padahal, kejujuran, tanggung jawab, dan semangat kerja keras adalah nilai-nilai penting yang seharusnya ditanamkan sejak dini.

Pembentukan karakter bisa dilakukan melalui berbagai kegiatan di lingkungan sekolah, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Misalnya, kegiatan kerja kelompok, diskusi, organisasi siswa, atau kegiatan sosial bisa melatih siswa untuk disiplin, menghargai pendapat orang lain, serta memiliki rasa empati. Pembentukan karakter tidak hanya diajarkan melalui teori, tetapi juga harus ditunjukkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Peran guru di sini sangat penting. Guru tidak hanya bertugas memberikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi contoh yang baik bagi para siswa. Sikap guru yang adil, sabar, dan jujur akan membentuk kepribadian siswa secara tidak langsung. Selain itu, peran orang tua juga sangat penting karena mereka adalah pendidik pertama di rumah. Kerja sama antara sekolah dan keluarga adalah kunci utama dalam membentuk karakter anak-anak.

Dalam era teknologi dan globalisasi yang terus berkembang, tantangan moral generasi muda semakin rumit. Akses informasi yang sangat mudah dapat memberikan dampak baik maupun buruk. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi perlindungan utama agar generasi muda bisa memilah informasi, berpikir kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh hal hal negatif.

Pendidikan yang benar adalah pendidikan yang tidak hanya menghasilkan siswa yang berprestasi di bidang akademik, tetapi juga menciptakan generasi yang jujur, bertanggung jawab, mandiri, serta peduli terhadap sesama. Nilai-nilai ini akan menjadi bekal yang penting dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Oleh karena itu, saat ini waktunya untuk mengubah cara pandang terhadap pendidikan. Pendidikan tidak boleh hanya dilihat sebagai usaha mencari nilai, tetapi sebagai proses membangun karakter dan kepribadian seseorang. Karena pada akhirnya, karakter yang baik adalah dasar utama menentukan kualitas seseorang dan masa depan bangsa.

Penulis: Riyan Firdiansah

Mahasiswa Universitas Pamulang, Prodi Administrasi Negara

Banjir Sumatera: Alarm Keras Bagi Pemerintah
Banjir Sumatera: Alarm Keras Bagi Pemerintah

Serang – Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir 2025 tidak lagi

Baca Selengkapnya
Menata Wajah Ibu Kota: Dilema PKL dan Hak Pejalan Kaki di Kota Serang
Menata Wajah Ibu Kota: Dilema PKL dan Hak Pejalan Kaki di Kota Serang

Serang – Kota Serang, sebagai ibu kota Provinsi Banten, saat ini tengah menghadapi krisis identitas

Baca Selengkapnya
Ekonomi Kerakyatan “Ala” Bung Hatta Lebih Relevan bagi Indonesia daripada Kapitalisme Adam Smith
Ekonomi Kerakyatan “Ala” Bung Hatta Lebih Relevan bagi Indonesia daripada Kapitalisme Adam Smith

Serang – Pemikiran Adam Smith kerap dipuji sebagai fondasi ekonomi modern. Namun, menjadikannya rujukan utama

Baca Selengkapnya
Kontaminasi Cesium-137 pada Udang Beku: Alarm Bagi Sistem Keamanan Pangan Indonesia
Kontaminasi Cesium-137 pada Udang Beku: Alarm Bagi Sistem Keamanan Pangan Indonesia

Serang – Cesium-137, sebagai isotop radioaktif buatan yang berasal dari aktivitas nuklir dan pencemaran industri,

Baca Selengkapnya
Banjir Sumatra dalam Pemikiran Adam Smith: Ketika Kepentingan Pasar Kehilangan Kendali Moral
Banjir Sumatra dalam Pemikiran Adam Smith: Ketika Kepentingan Pasar Kehilangan Kendali Moral

Serang – Banjir yang kembali melanda berbagai wilayah di Sumatra bukan sekadar bencana alam, melainkan

Baca Selengkapnya
Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Pegawai di Dinas Perhubungan Kota Serang
Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Pegawai di Dinas Perhubungan Kota Serang

Serang – Di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan profesional, kualitas kinerja

Baca Selengkapnya
Relevansi Filsafat Adam Smith Bagi Kebijakan Ekonomi Indonesia Modern
Relevansi Filsafat Adam Smith Bagi Kebijakan Ekonomi Indonesia Modern

Serang – Adam Smith sering dianggap sebagai tokoh yang mendorong individualisme ekstrem. Namun, karya-karyanya justru

Baca Selengkapnya
Membangun Indonesia dari Nalar Sosial: Tantangan dan Harapan Baru
Membangun Indonesia dari Nalar Sosial: Tantangan dan Harapan Baru

Serang – Indonesia membutuhkan peningkatan mental dan fisik untuk menghadapi pergeseran zaman yang cepat. Dalam

Baca Selengkapnya
Ironi Kedaulatan di Tanah Nikel: Saat “Bandara Ilegal” IMIP Menguak Keresahan Negara di Balik Karpet Merah Investor Asing
Ironi Kedaulatan di Tanah Nikel: Saat “Bandara Ilegal” IMIP Menguak Keresahan Negara di Balik Karpet Merah Investor Asing

Cilegon – Polemik seputar Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah belakangan ini

Baca Selengkapnya