Bagikan

Serang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah secara resmi menahan mantan Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL), setelah menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Dalam kasus ini, KPK mengungkap bahwa SYL memaksa para aparatur sipil negara (ASN) di Kementan untuk memberikan uang kepadanya.

dilansir dari vivanews,Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menyatakan bahwa Syahrul Yasin Limpo memanfaatkan jabatannya untuk meminta uang kepada pejabatnya. Alexander mengatakan bahwa SYL melakukan paksaan terhadap para ASN di Kementerian Pertanian, antara lain dengan melakukan mutasi mereka ke unit kerja lain atau mengubah status jabatan mereka.

Alexander juga menyebutkan bahwa SYL memaksa ASN untuk memberikan uang melalui anak buahnya, yaitu Sekretaris Jenderal Kementan, Kasdi Subagyono, dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Muhammad Hatta. KS dan MH selalu aktif menyampaikan perintah SYL dalam setiap forum pertemuan, baik formal maupun informal, di lingkungan Kementerian Pertanian.

Syahrul Yasin Limpo memaksa ASN untuk memberikan uang sebesar 10.000 dolar Amerika Serikat setiap bulannya. Atas arahan SYL, KS dan MH memerintahkan bawahannya untuk mengumpulkan sejumlah uang dari para pejabat eselon I, Direktur Jenderal, Kepala Badan, hingga Sekretaris di masing-masing eselon I, dengan besaran nilai yang telah ditentukan oleh SYL, yaitu antara USD 4.000 hingga USD 10.000.

Alexander menjelaskan bahwa Syahrul Yasin Limpo meminta uang kepada pejabat Kementan dalam bentuk tunai, serta melalui pemberian barang dan jasa. Penerimaan uang tersebut dilakukan rutin setiap bulannya melalui KS dan MH, yang merupakan perwakilan dan orang kepercayaan dari SYL, dengan menggunakan pecahan mata uang asing.

KOMENTAR